Laman

Rabu, 26 Oktober 2016

Tanjung Lesung Gelar Festival, Buka Museum Lesung

INILAHCOM, Banten - Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, Banten, bakal menggelar Pesona Bahari Tanjung Lesung pada 18-20 November 2016. Beragam acara menarik siap digelar salah satunya pembukaan Museum Lesung pertama di dunia.

Tanjung Lesung berada di ujung barat Pulau Jawa yang bisa ditempuh dari Jakarta melalui tol menuju Serang, lalu melewati Krakatau Steel menyusuri Anyer, Carita, sampai ke satu diantara 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan Kemenpar di bawah kepemimpinan Menteri Arief Yahya itu.

“Ini merupakan kegiatan untuk pariwisata Indonesia. Kolaborasi event Pemprov Banten, dan Pemkab Pandeglang dengan bingkai edukasi Entertainment Bahari. Silahkan datang ke acara kami, ada banyak hal unik yang ditawarkan di destinasi Tanjung Lesung ini,” ujar Panitia Pelaksana Basith Joma.

Lebih lanjut pria yang biasa disapa Ki Sunda itu mengatakan, acara ini terdiri dari banyak rangkaian yang satu per satu terlihat unik. Mulai dari Photography Contest , Modern Jukung dan Joy Sailing, Launching Batik Cikadu dan Wonderful Banten, Seminar SDM Pariwisata, Kemah Wisata Pramuka dan  Festival Bebegig, Festival Kuliner dan  Handicraft.

“Juga ada rangkaian acara Business Forum. Dengan target pengunjung tamu lokal dan mancanegara, dan kami sangat berharap dampaknya bisa menumbuhkan investor di Tanjung Lesung,” beber pria asli Banten itu.

Ki Sunda melanjutkan, Festival Tanjung Lesung akan menampilkan lomba perahu jukung, jukung hias, dan lomba tarik tambang antar jukung. Selain itu, di Festival Tanjung Lesung direncanakan juga turut diramaikan oleh perahu-perahu layar yang tergabung di Sail Regata. Kegiatannya dipastikan akan merembet ke daerah Citereup (Panimbang), Cipanon (Panimbang), Cikadu (Tanjung Lesung).

Selain akan diadakannya berbagai kegiatan Bahari, imbuh Ki Sunda, untuk pertama kalinya juga akan dibuka Museum Lesung yang ada di Indonesia bahkan di dunia. ”Lesung itu tempat untuk menumbuk padi, jadi kami akan kumpulkan di sebuah museum dan ini adalah pertama kalinya di dunia, silahkan bagi yang punya Lesung bisa dititipkan ke Museum kami berikan sertifikat dari pemerintah atas kepemilikan Lesung,” ujar Ki Sunda.

Filosofinya juga menarik. Kata Ki Sunda, saat jaman dulu, jika masyarakat sedang menumbuk padi dengan Lesung, tetangga-tetangga berdatangan dan langsung bersilaturahmi menyambangi satu sama lain. ”Hal itu juga tentu sebagai dasar promosi Pariwisata, dengan adanya Museum, maka silahkan datang ke kami atau ke Tanjung Lesung,” ujar pria asli Banten itu.


Tanjung Lesung Gelar Festival, Buka Museum Lesung
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar