Laman

Kamis, 20 Oktober 2016

Gubernur Papua Barat Menangis Titipkan Raja Ampat

INILAHCOM, Raja Ampat - Gubernur Papua Barat Abraham Atururi meneteskan air mata dalam pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2016 di Pantai Waisai Torang Cinta, Raja Ampat, Selasa (18/10/2016). Gubernur menyampaikan salam perpisahan kepada masyarakat Raja Ampat dan juga pesan untuk Pariwisata Indonesia.

”Jaga ekosistem alam kita yang sudah mendunia ini! Jaga keajaiban surga-Nya yang diberikan pada kita! Itu modal perekonomian rakyat kita,” ujar Abraham yang langsung disambut tepuk tangan para pengunjung yang hadir. Di pembukaan festival yang digelar 18-21 Oktober 2016 dan sudah digelar yang ke-7 itu, gubernur berpamitan karena masa jabatannya akan berakhir 2 bulan lagi.

Abraham sudah terpilih menjadi orang nomer satu di Papua Barat selama dua periode dan sudah tidak boleh ikut pemilihan Gubernur kembali. ”Raja Ampat sudah mendunia, ini juga berkat dukungan Kemenpar RI yang sangat konsisten dan memperhatikan Raja Ampat dalam mengedepankan Pariwisata sebagai core ekonomi bangsa. Ini harus dijaga, masyarakat harus sadar wisata dan sadar akan niatan pemerintah. Dulu Raja Ampat hanya sebuah pulau saja, tapi lihat sekarang banyak wisatawan datang pembangunan semakin berkembang,” ujarnya sambil menangis.

Dalam pembukaan tersebut, Abraham melakukan pemukulan gendang tanda festival yang sudah menjadi agenda rutin Kemenpar dan Disbudpar Raja Ampat itu dimulai. Gubernur saat pemukulan gendang tanda mulainya festival didampingi oleh Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati dan perwakilan Kemenpar dihadiri Kepala Bidang Promosi Wisata Bahari Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Hariyanto.

Dalam paparannya Abraham menambahkan, alam bawah laut Raja Ampat bukan hanya diakui Indonesia saja, namun kelasnya sudah mendunia. Kata Abraham, wilayahnya ini adalah tempatnya coral terhebat, terlengkap, terbaik dunia. Selain kekayaan karang dunia, Raja Ampat juga merupakan jantung dari segitiga karang dunia. Sehingga, lanjutnya, laut Raja Ampat memiliki biota laut yang begitu beragam.

Pesan Gubernur Abraham Atururi itu pas dengan apa yang sering disampaikan oleh Menpar Arief Yahya. Alam yang indah, bawah laut yang cantik, itu harus dijaga kelestariannya, jangan sampai rusak, apalagi dirusak. Keindahan bawah laut itu adalah aset paling mahal yang dimiliki oleh Raja Ampat. “Ingat, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata. [*]                      


Gubernur Papua Barat Menangis Titipkan Raja Ampat
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar