INILAHCOM, Jakarta - Industri pastry tanah saat ini semakin berkembang. Namun, jika dilihat dari banyaknya kebudayaan dan kuliner khas Indonesia, seharunya bisa lebih berkembang dari negara lain.
Menurut chef Rahmat Kusnedi, dari 100 persen hanya 60 persen yang dapat diakomodir dan sisanya masih 40 persen. Untuk itu, masih menurutnya, dukungan dari berbagai pihak agar kuliner khas nusantara dapat berkembang pesat sangat diperlukan.
"Dibanding Taiwan, mereka punya sekitar 6000 pastry. Indonesia hanya memiliki 1000 pastry. Padahal kita sudah memiliki budaya dan penduduk yang besar.Karena itu, kita harus mendukung melalui pariwisata yang dapat menyokong dengan destinasi terbaik dan oleh - oleh atau hasil karya anak bangsa yang menunjang pula," kata Chef Rahmat Kusnedi saat ditemui di acara Blue Band Master Oleh - Oleh, Jakarta, Kamis (08/09/2016).
Lebih lanjut dia menjelaskan, masalah yang dihadapi adalah karena pasokan logistik untuk bahan dasar tidak didapatkan dengan mudah ketika berada di pelosok daerah. Misalnya,di pulau - pulau kecil, mereka membeli bahan dasar lewat perjalanan udara, tentu hal tersebut membutuhkan biaya yang besar. Sumber daya manusia di daerah juga tidak sebanyak di kota - kota besar.
Makanya, tidak heran jika industri makanan besar berada di daerah yang terjangkau dan memiliki sumber daya manusia yang banyak. Hal tersebut sangat mendukung dan menghasilkan.
"Dari 250 juta penduduk Indonesia masih perlu kita kembangan produksi pastry oleh - oleh khas Indonesia. Penyebabnya adalah koneksitas. Kita negara kepulauan. Bahan baku di daerah itu tidak tersalurkan dengan baik. Kalau di pulau - pulau kita harus mendapatkan bahan - bahan dasar dengan pesawat, ini sangat mahal. Sumber daya manusia (SDM) yang ada juga sedikit. Kalau di Jawa sangat banyak, kalau di daerah lainnya itu jarang," tambahnya.
Dukung Kuliner Khas Nusantara
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar