Laman

Jumat, 27 Desember 2019

Kurang Paham SKM, Pengaruhi Gizi Buruk

<B>INILAHCOM, Jakarta - Iklan sebagai promosi produk yang ditayangkan berulang yang akhirnya akan mempengaruhi  persepsi masyarakat terhadap produk yang diiklankan.</B>

“Salah satu contohnya adalah susu kental manis, selama ini diiklankan sebagai susu, maka hingga hari ini masih ada masyarakat yang mengkonsumsi susu kental manis sebagai susu, meskipun BPOM telah melarang," jelas Arif Hidayat Ketua Harian YAICI Arif Hidayat, Jakarta, baru - baru ini.

Ditambahkannya hasil penelitian 3 provinsi, Status gizi buruk 14.5 persen yang mengkunsmsi SKM lebih dari 1 kali/hari, gizi kurang 29,1 persen mengkumnsi SKM lebih dari 1 kali/hari.

Sementara itu Chairunnisa, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah menyampaikan sejalan dengan misi Aisyiyah di bidang kesehatan adalah Meningkatnya  derajat  kesehatan  masyarakat yang berkeadilan, bagi perempuan,  bayi  dan  anak  yang berbasis  pelayanan  kesehatan  dan  komunitas berdasar spirit al-Mā’ūn.

Untuk mencapai misi tersebut dilaksanakan melalui program Gerakan ‘Aisyiyah sehat (GRASS) dengan tujuan, meningkatkan pemahaman, kesadaran, kemauan dan kemampuan setiap individu dan kelompok masyarakat untuk hidup sehat dalam bingkai nilai-nilai islam untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, salah satunya programnya adalah pencegahan stunting dan kesehatan ibu dan anak. Kesehatan keluarga harus dimulai  dari ibu yang bijak memilih makanan.

Menurutnya, Ibu juga harus teredukasi tentang gizi agar tidak salah memberi asupan gizi, seperti susu kental manis yang seharusnya adalah topping makanan, jangan sampai diberikan sebagai minuman untuk anak-anak.

Untuk itu Aisyiyah menghimbau agar ibu sebagai pendidik utama di keluarga harus sehat dan juga cerdas.

““Ibu harus mampu memilah dan memilih dengan baik produk pangan yang banyak diiklankan di media massa.  Tugas kita adalah mewujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas sehingga bonus demografi dimasa mendatang tidak menjadi beban bagi bangsa kita,” paparnya.

Ketua Bidang Kesehatan Pimpinan Pusat Muslimat NU, dr. Erna Yulia Sofihara, mengatakan PP Muslimat NU turut serta mengedukasi masyarakat mengenai gizi dan susu kental manis sebagai komitmen untuk menciptakan generasi emas 2045.

Penggunaan susu kental manis sebenarnya tidak untuk dikonsumsi sebagai minuman, terutama pada anak-anak, karena susu kental manis adalah toping atau penambah rasa pada makanan dan pencampur minuman.

“Sayangnya masih banyak orang tua yang memberikan susu kental manis kepada anak karena mereka belum teredukasi," tutup Erna.(tka)


Kurang Paham SKM, Pengaruhi Gizi Buruk
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar