INILAHCOM, Jakarta - Penginapan merupakan salah satu poin penting yang perlu dipersiapkan sebelum Anda menjalani aktifitas bussiness and leisure (bleisure) di luar negeri. Bila Anda berencana melakukan aktifitas bleisure di Singapura, hotel ini bisa menjadi pilihan untuk menginap.
Umumnya, aktifitas bleisure identik dengan fasilitas yang wah dan compatible mendukung aktifitas di negara tujuan. Ini terbilang wajar, karena seorang pebisnis butuh servis terbaik guna mendukung performa guna mencapai target dalam misi perjalanan bisnis.
Sebuah studi terbaru menunjukkan perusahaan mulai menyadari pentingnya aktifitas bleisure bagi peforma karyawannya. Temuan studi tersebut menunjukkan fakta bahwa bleisure bisa menjadi kunci mendorong karyawan bahagia dengan pekerjaanya dan lebih produktif.
Salah satu negara yang kerap jadi destinasi bleisure adalah Singapura. Di negara seluas 721,5 km persegi, banyak perusahaan besar dunia menempatkan perwakilan bahkan kantor pusatnya. Terletak di jalur perdagangan internasional, Selat Malaka, dan Laut Cina Selatan, ditambah lokasi geografis strategis diantara lintas silang dua benua besar (Asia dan Australia), Singapura masuk pada urutan kedua negara tujuan bleisure terbaik di kawasan Asia Pasifik.
Sebagai negara destinasi bleisure, Anda tidak akan kesulitan menemukan hotel untuk menginap di Singapura. Namun, sebelum memesan hotel Anda perlu terlebih dulu memperhatikan aspek pendukung lainnya. Ada baiknya Anda mencari hotel yang mudah diakses, menawarkan ketenangan, pelayanan excelent, serta tentunya dekat dengan gerai-gerai yang menawarkan jasa fotokopi, mencetak dokumen sampai menjual alat tulis.
Salah satu rekomendasi hotel untuk Anda menginap saat melakukan aktifitas bleisure di Singapura adalah The Sultan Hotel. Beberapa waktu lalu, INILAHCOM berkesempatan merasakan pengalaman menginap di hotel bintang empat ini dalam rangkaian acara media invitasi yang diadakan Agoda.
The Sultan Hotel terletak di 101 Jalan Sultan #01-01, Singapore 1990002. Berbeda dengan bangunan hotel pada umumnya yang tinggi menjulang hingga berpuluh-puluh lantai, The Sultan Hotel cuma terdiri dari dua lantai dengan dua gedung bersebelahan.
Gedung bercat putih gading bergaya boutique difungsikan sebagai lobby, ruang receptionist, bar serta restaurant. Ruang lobby hotel tidak terlalu luas, namun cukup nyaman bagi para pelancong untuk sekedar mengobrol dan menunggu jemputan. Di ruang lobby juga tersedia satu unit personal computer bagi Anda yang ingin browsing.
Sedangkan restaurant tepat berada di belakang meja receptionist. Pagi hari, saat sarapan bagi Anda orang Indonesia bisa memilih menu nasi lemak yang dikenal sebagai nasi uduk lengkap dengan telur, sambal, ayam goreng, kacang dan potongan mentimun. Jika Anda tak terbiasa sarapan nasi, Anda bisa meminta menu sereal, oatmeal atau roti selai sebagai pengganti.
Bar berada di lantai dua. Setiap Sabtu malam, pengelola hotel biasanya menggelar night party dengan live band dan karaoke. Ini bisa menjadi opsi bagi Anda yang mager keluar hotel untuk mencari hiburan malam.
Hampir mayoritas pegawai di hotel ini menguasai tiga bahasa, Inggris, Mandarin dan Melayu. Mereka juga bisa memberikan informasi mengenai transportasi serta lokasi dimana saja bisa ditemui tempat-tempat sesuai keperluan Anda.
Mengusung konsep klasik namun glamour, The Sultan Hotel memiliki 60 kamar dengan delapan jenis kamar. Interior mayoritas berwarna putih dan coklat serta dilegkapi dengan ornamen-ornamen kayu yang menambah impresi bangunan gaya eropa pertengahan.
Karena hanya punya dua lantai, Anda tidak terlalu memerlukan fasilitas lift, meskipun di hotel ini juga tersedia lift untuk orang. Anda bisa menggunakan tangga untuk akses naik-turun.
Selama tiga hari dua malam berada di Singapura, INILAHCOM menginap di kamar Standar Duoble yang berada di lantai dua. Kamar seluas 16 meter persegi dilengkapi tempat tidur Queen Size, lemari untuk menyimpan pakaian, televisi, AC, meja untuk bersantai dengan dua kursi serta teko untuk membuat air panas lengkap dengan kopi, teh, gula serta creamer dalam kemasan.
Akses Wifi tersedia di setiap kamar guna mendukung keperluan Anda berselancar di dunia maya menyiapkan materi presentasi atau mengirim pesan elektronik.
Kamar didominasi warna putih dan coklat, untuk lantai menggunakan parket kayu dimaksudkan untuk menambah kesan modern namun tetap menjaga nilai-nilai tradisional.
Pengelola hotel juga menyediakan brankas kecil di dalam lemari untuk menaruh barang-barang berharga para tamu hotel. Tersedia juga setrika uap guna mendukung penampilan fesyen Anda tetap oke saat menjalankan aktifitas bisnis. Jika tak punya waktu untuk menyetrika, hotel juga menyediakan layanan Laundry Cleaning and Pressing.
Jika biasanya saat membuka jendela kamar Anda akan melihat pemandangan kota dari ketinggian, hal ini tidak berlaku di The Sultan Hotel. Ketika Anda membuka jendela kamar, jangan kaget tidak ada fasilitas balkon, yang terlihat adalah gedung tua tua di belakang hotel dengan barisan kendaraan tengah parkir.
Begitu juga saat menikmati sore di free space hotel, Anda justru akan melihat gedung-gedung tinggi menjulang di sekitar Anda, seolah Anda berada di bawah kaki-kaki raksasa.
Free space berada di lantai dua dekat dengan bar hotel. Mengusung konsep minimalis dan environment, ruang terbuka ini dihiasi dengan pohon-pohon serta tanaman sejenis bambu yang membuat suasana jadi adem. Anda bisa menghabiskan waktu sore hingga malam hari sambil minum-minum dan ngobrol di bangku-bangku yang disediakan pengelola hotel.
Bagi Anda yang membutuhkan perlengkapan tulis, membeli kertas, buku catatan, atau fotokopi dokumen untuk kegiatan bisnis, tak jauh dari The Sultan Hotel ada satu gerai yang menyediakan keperluan tersebut. Anda tinggal berjalan kaki ke arah North Bridge Road, tepat di perempatan jalan sebelah kanan Anda akan melihat gerai bertuliskan fotocopy outlet di Crawford Center. Sedangkan tepat di seberang hotel, ada kantor cabang Maybank dengan fasilitas ATM.
Berada di area Kampong Glam, lokasi The Sultan Hotel tak jauh dari Haji Lane, Arab Street serta Masjid Sultan. Anda cuma perlu berjalan kaki lewat gang di samping hotel selama kurang lebih lima menit untuk sampai di tempat-tempat tersebut.
Lokasi tersebut ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun internasional untuk berburu kuliner, hangout, ataupun sekedar berfoto di sejumlah spot instagrammable.
Aksesbilitas The Sultan Hotel memudahkan para tamunya yang sebagian besar merupakan pebisnis mencapai lokasi meeting atau kantor perusahaan di sejumlah distrik bisnis di Singapore City. Di depan hotel, ada shelter bus terintegrasi, atau pilihan lainnya Anda bisa menggunakan MRT yang terdekat adalah Stasiun Bugis berjarak kurang lebih 600 meter atau Stasiun MRT Lavender berjarak kurang lebih 800 meter.
Anda tak perlu khawatir atau terburu-buru mengejar bus atau MRT. Masing-masing moda transportasi sudah terukur waktu kedatangannya, bus datang tiap lima menit sekali, sedangkan MRT tiba tiap dua menit sekali. Hebatnya lagi jarang sekali terjadi keterlambatan karena lalu lintas di negeri ini hampir-hampir minim kemacetan. Salut!
Di hari terakhir menginap, jika Anda masih mau meng-explore Singapura sambil menunggu waktu check out, Anda tak perlu repot-repot membawa barang pribadi kesana-kemari, hotel menyediakan penitipan barang. Anda tinggal memberitahu staf receptionist yang akan memberi tanda penitipan barang Anda.
Di hotel ini Anda juga bisa meminta late-check out. Peraturan di hotel mengharuskan tamu check-out pukul 12 siang, namun Anda diperbolehkan check-out sampai pukul 14:00 dengan memberitahu kepada resepsionis. Anda juga tak perlu repot mencari transportasi menuju bandara, hotel menyediakan layanan airport and group transfers.
Bagi Anda yang mau membeli oleh-oleh sebelum pulang ke negara asal, dari The Sultan Hotel yang paling terdekat adalah Mustafa Center di kawasan Little India sejauh 1,2 km. Anda bisa berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit atau menggunakan trnsportasi berbasis online.
Mustafa Center berada di Syed Alawi Street, terkenal di kalangan warga lokal maupun turis asing karena menjual souvenir, makanan, minuman maupun keperluan sehari-hari secara grosir dan harga yang terbilang sangat murah.
Sebagai contoh, souvenir gantungan kunci dibanderol 5 SGD (Rp 53 ribu) berisikan tujuh buah. T-shirt dihargai 10 SGD (Rp.103 ribu), hiasan keramik harganya 30 SGD (Rp. 303 ribu) sedangkan di toko lain bisa mencapai 40 SGD (Rp. 403 ribu).
Oleh-oleh yang paling banyak dibeli di toko ini adalah coklat dan makanan ringan lainnya. Satu kantong berisi coklat Toblerone dihargai 3 SGD (Rp 33 ribu), peanut coated chocolate satu kotak dihargai 5-7 SGD (Rp. 53-73 ribu).
Nah, bagi Anda yang tertarik menikmati pengalaman menginap di The Sultan Hotel selama menjalani aktifitas bleisure di Singapura bisa melakukan reservasi di website mereka atau lewat aplikasi Agoda yang menawarkan banyak potongan harga.
The Sultan Hotel Cocok buat Bleisure di Singapura
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar