Laman

Jumat, 01 Maret 2019

Usia Pasien Alami Penggantian Katup Jantung

INILAHCOM, Jakarta - Pasien yang melakukaan operasi penggantian katup jantung, 7-10 persen berusia dibawah 50 tahun.

Sekitar 2/3 nya disebabkan karena bicuspid valve, 1/3 nya disebabkan oleh unicuspid valve, 40 persen berusia 50-70 tahun, 2/3 nya mempunyai bicuspid valve, dan 1/3 nya tricuspid valve yang menua lebih cepat karena perkapuran daun katup (aortic sclerosis).

Sekitar 50 persen berusia diatas 70 tahun, 60 persen mempunyai perkapuran tricuspid valve  dan hanya 40 persen mempunyai bicuspid valve.

Pasien yang sudah terdiagnosis memiliki stenosis aorta derajat sedang, penyempitan akan menjadi semakin berat seiring dengan berjalannya waktu.

Data menunjukan bahwa kemungkinan terjadinya keluhan seperti sesak napas bahkan sampai meninggal pada pasien dengan stenosis aorta derajat berat adalah 7 persen, 38 persen dan 74 persen  sesudah 1 tahun, 3 tahun dan 5 tahun.

Saat pasien terdiagnosis stenosis aorta derajat berat,  sekitar 60 -80 persen pasien akan mengalami keluhan sesak napas bahkan meninggal dalam 2  tahun.

”Sampai saat ini, obat - obatan hanya dapat meringankan gejala kelainan katup jantung tetapi tidak dapat membereskan kelainan katup. Seiring dengan semakin memberatnya kelainan katup jantung, obat-obatan tidak lagi dapat lagi meringankan kerja jantung yang semakin memberat," kata dr. Antono Sutandar, Sp.JP-K selaku wakil ketua Siloam Heart Institute, Jakarta, Jumat, (01/03/2019).

Operasi katup jantung akan menjadi pilihan utama untuk mengatasi masalah ini.

"Seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran dan peralatan medis, penggantian katup jantung dapat dilakukan melalui kateter atau biasanya disebut Transcatheter Aorta  Valve Implantation (TAVI)”, jelas dr. Antono Sutandar, SpJP-K.  

TAVI merupakan terobosan terbaru untuk menangani kelainan katup jantung, khususnya katup aorta. Metode ini memungkinkan implantasi katup aorta tanpa dilakukan pembedahan tetapi hanya menggunakan kateter yang dimasukan melalui pembuluh darah besar di area pangkal paha.

Metode minimal invasif ini juga menjadi solusi pada orang-orang yang dianggap berisiko menengah sampai tinggi (khususnya pasien diatas 80 tahun) untuk dilakukan operasi penggantian katup secara konvensional.

Tindakan TAVI juga memiliki risiko tindakan yang lebih rendah serta proses pemulihan lebih cepat dibandingan operasi penggantian katup konvensional.

"Tindakan ini dilakukan oleh tim jantung yang melibatkan dokter jantung intervensi, dokter jantung untuk Trans-Esophageal Echocardiography (TEE) assessment, cardiac anesthesist, dan dokter bedah jantung” tutup dr. Antono Sutandar, SpJP-K.(tka)


Usia Pasien Alami Penggantian Katup Jantung
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar