Laman

Kamis, 28 Maret 2019

Penggemar Belanja, Kini Lebih PD Tanpa Uang Tunai

INILAHCOM, Jakarta - Gaya hidup saat ini menggiring masyarakat untuk hidup tanpa membawa uang tunai. Hal ini juga mengarah kepada keamaan.

Sebuah penelitian menjelaskan, sekitar 77 persen masyarakat Indonesia memperkirakan akan semakin sering menggunakan pembayaran nontunai dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Kemudian, sekitar 47 persen meyakini bahwa Indonesia akan mewujudkan masyarakat tanpa tunai dalam kurun waktu tiga tahun.

Berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes 2018 yang dirilis Visa, mayoritas masyarakat Indonesia terlihat semakin siap untuk menghadapi masa depan tanpa tunai sebab 8 dari 1O 82 persen responden menyatakan bahwa mereka telah mencoba bepergian tanpa tunai.

Studi tersebut menunjukkan jumlah konsumen yang melek digital semakin bertumbuh di Asia Tenggara dan mengindikasikan masyarakat Indonesia semakin menyadari manfaat pembayaran nontunai dan tertarik dengan masa depan tanpa tunai.

Selain itu, 41 persen juga meyakini Indonesia akan mewujudkan masyarakat tanpa tunai dalam kurun waktu tiga tahun.

Hal ini merupakan sebuah peningkatan dibandingkan dengan hasil studi tahun lalu yang mana mayoritas responden memperkirakan bahwa masyarakat tanpa tunai akan terwujud dalam kurun waktu 8 hingga 15 tahun.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan bahwa saat ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki akses terhadap pembayaran nontunai sehingga lebih percaya diri bepergian tanpa tunai.

"Menjalani gaya hidup nontunai menjadi lebih mudah dan menarik bagi masyarakat Indonesia karena banyaknya opsi cara membayar, mulai dari pembayaran menggunakan kartu, teknologi nirkontak, hingga yang berbasis kode QR. Konsumen juga menginginkan proses pembayaran yang lebih cepat, mudah, dan aman yang mendorong mereka semakin mengurangi penggunaan uang tunai dan memulai gaya hidup nontunai," ujar Riko, Jakarta, Kamis, (28/03/2019).

Studi tersebut juga menunjukkan pertumbuhan mobile commerce yang tinggi di mana hampir seluruh responden 93 persen semakin merasa nyaman untuk melakukan pembayaran di ponsel mereka.

Hampir semua konsumen Indonesia saat ini bertransaksi menggunakan ponsel melalui sebuah aplikasi, bukan web browser.

Keamanan bertransaksi tetap menjadi prioritas utama sebab 9 dari 10 responden mengatakan bahwa memastikan keamanan informasi pribadi saat bertransaksi menggunakan ponsel menjadi salah satu fokus utama mereka.

"Saat ditanya mengenai masa depan pembayaran, masyarakat Indonesia menunjukkan minat yang tinggi untuk menggunakan perangkat pembayaran wearables 76 persen, di mana smartwatch dinilai sebagai wearables yang paling nyaman dipakai untuk melakukan pembayaran 53 persen," tambahnya. 

Selain itu, 69 persen masyarakat Indonesia juga berminat menggunakan teknologi biometrik untuk autentikasi pembayaran, di mana 60 persen responden menilai teknologi pemindaianjari sebagai opsi yang paling nyaman. (tka)


Penggemar Belanja, Kini Lebih PD Tanpa Uang Tunai
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar