INILAHCOM, Singkawang - Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, dari sisi atraksi, Festival Cap Go Meh bisa menjadi daya tarik utama kelas dunia bagi wisatawan.
Namun, kata dia, untuk mencapai destinasi internasional harus terlebih dahulu melalui proses kurasi secara profesional dari para koreografer, disainer, dan musisi berstandar nasional.
Sementara terkait akses, Menpar menekankan pentingnya untuk memberikan kemudahan dan alternatif akses perjalanan menuju destinasi wisata.
Umumnya wisatawan akan mempertimbangkan akses jalan jika jarak tempuhnya lebih dari tiga jam perjalanan darat. Sementara jarak tempuh menuju Kota Singkawang dari Pontianak sendiri sejauh 150 km.
“Pilihannya ada dua, membangun jalan tol atau membangun bandara. Untuk jalan tol dipastikan pembangunannya akan mahal dan perlu waktu lama. Tetapi bila membangun bandara itu lebih cepat dengan perkiraan biaya sekitar Rp1,3 triliun. Ada kabar baik kemarin, Senin, Menteri Perhubungan Budi Karya sudah melakukan ground breaking pembangunan bandara di Singkawang,” kata Menpar, seperti yang dikutip dari siaran pers, Rabu, (20/02/2019).
Sementara dari sisi amenitas atau akomodasi, Menpar menyarankan agar Kota Singkawang segera merencanakan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
Pembangunan KEK memang tidak mudah karena memerlukan feasibility study yang matang dan lahan yang relatif luas.
“Lahan untuk KEK minimal perlu 300 hektare, tapi KEK ini akan didukung penuh jika sudah ditetapkan, ini juga agar tingkat pengembalian investasi dari bandara yang akan dibangun bisa dimaksimalkan dari KEK tersebut,” ujarnya.(tka)
Perayaan Cap Go Meh jadi Daya Tarik Kelas Dunia
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar