INILAHCOM, Bali - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati mengatakan, pengeluaran wisatawan paling besar selain untuk akomodasi adalah untuk keperluan makanan atau kuliner.
"Jumlahnya mencapai 60 persen dengan rincian 40 persen untuk hotel dan 20 persen untuk kuliner atau restoran," kata Tjokorda Artha Ardana Sukawati, seperti yang dikutip dari siaran pers, Bali, Senin, (18/02/2019).
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga menekankan pentingnya bisnis kuliner di kawasan pariwisata. Masa depan industri kuliner sangat bagus. Bahkan, kata dia, diplomasi sosial ekonomi terbaik melalui kuliner.
“Ya jadi sudah saya simpulkan tadi, diplomasi sosial ekonomi terbaik itu melalui kuliner,” kata Menpar.
Bebek timbungan merupakan salah satu sajian terkenal dan tertua khas Bali. Pada mulanya makanan ini hanya dihidangkan pada ritual-ritual upacara adat Bali saja.
Dikutip dari naskah kuno Dharma Caruban, salah satu menu Bali yang paling tradisional dalam upacara ritual adalah Timbungan.
Timbungan sendiri berasal dari kata embung atau timbung yang memiliki arti bambu. Jadi, Bebek Timbungan adalah hidangan daging bebek yang dimasak dengan bumbu basa genep (racikan bumbu utama khas Bali) menggunakan bilah bambu.
"Bebek Timbungan menjadi kuliner khas Bali yang harus dicoba, dijamin maknyus," ujar Arief Yahya.(tka)
Pengeluran Wisatawan Paling Besar di Kuliner
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar