INILAH.COM, Jakarta - Desainer muda dari Esmod Jakarta turut ambil bagian dalam pameran busana "Adiwastra Nusantara 2019" bertemakan Wastra Adati Generasi Digital. Acara ini digelar pada 20-24 Maret 2019 di JHCC Senayan, Jakarta.
Keikutsertaan sekolah mode yang berdiri sejak 1996 dan berpusat di Paris ini adalah untuk mengangkat kebudayaan Indonesia dengan menampilkan desainer muda lulusan Esmod Jakarta. Mereka menampilkan koleksi kain asli Indonesia dan dimodifikasi dengan tampilan modern.
Dalam acara tersebut, akan ditampilkan koleksi siswa Esmod Jakarta Class of 2018 yang bergaya muda dengan ciri khas street style menggunakan detail pengerjaan yang memadukan teknik klasik dan modern.
Esmod Jakarta juga mengajak 2 alumni pendahulunya yang telah berkarya dalam industri fashion dan turut mengharumkan nama bangsa di pasar internasional. Mereka adalah Ratri Wijaya Kusuma, salah satu alumni Esmod Jakarta yang telah sukses dengan "Rumah Batik Wijaya" dan alumni Esmod Jakarta tahun 2016, Delyanadia Ulimasari.
Ratri akan tampil dengan mengusung konsep "Feminisme Hong" membawa Pesona Batik Peranakan dalam akulturasi budaya antara Indonesia dengan warga Tionghoa yang ada di Indonesia. Untuk konsep "Feminisme Hong", Ratri mengambil tema Burung Hong, dimana diartikan rajanya burung dan unsur apinya terkuat, dengan sifat feminimitas, kelembutan dan keagungan.
"Dengan memadukan unsur batik dan kain brokat, memakai warna-warna seperti hitam yang merupakan lambang kesetiaan, putih melambangkan kejujuran, merah yang berarti kesantunan, hijau mewakilkan keadilan dan kuning yang berarti kemurahan hati dengan model "Fashion Loose", free size, menggunakan aplikasi brodir," ujar Ratri dalam keterangannya, Selasa (26/2/2019).
Kemudian Delyanadia Ulimasari atau yang lebih dikenal dengan Denad Ulima membawa koleksinya "The Reign". Menggunakan Songket Palembang yang dikemas dengan gaya masa kini. Pembuatan songket hand-made dengan motif buatan sendiri ini telah menghabiskan waktu 4 bulan. Warna yang digunakan adalah warna hijau, coklat dan putih.
Di koleksi ini, Denad ingin mengangkat cara baru untuk menggunakan kain warisan budaya Indonesia dalam bentuk outfit modern yang bisa dipakai oleh generasi milenial.
Sekedar informasi, Esmod Jakarta terus berupaya mendukung karya desainer muda berbakat di Indonesia. Esmod Jakarta memiliki beberapa program pendidikan yaitu 1 Year Fashion Design & Pattern Drafting, 3 Year Fashion Design & Creation, 3 Year International Fashion Business dan 18 Months Master Degree berkolaborasi eksklusif dengan Institut Tekhnologi Bandung (ITB). [adc]
Desainer Muda Esmod Jakarta Angkat Kekayaan Budaya
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar