Laman

Kamis, 21 Februari 2019

Cerita di Balik Tongseng Legendaris

INILAHCOM, Jakarta - Eko Setiyabudi sebagai generasi kedua yang meneruskan usaha Warung Sate dan Tongseng Pak H. Budi punya cerita unik.

Sejak ayahnya, almarhum Senen Riyanto memulai usaha ini tahun 1985, Eko sudah menyaksikan sendiri perjuangan sang ayah memulai usaha dari nol, dan ia telah menjadi bagian dari perjuangan tersebut. Pak Senen mewariskan semua rahasia kelezatan hidangan di warungnya ke tangan Eko, dan semua warisan itu tetap Eko jalankan sampai sekarang.

“Meskipun saya sebenarnya bekerja di sebuah perusahaan swasta, saya masih memiliki tekad untuk meneruskan usaha ini karena teringat akan pesan bapak untuk tidak berhenti memberikan yang terbaik agar kelezatan asli dapat terus dinikmati oleh pelanggan warung kami hingga nanti,"  ujar Eko, Jakarta, Kamis, (21/02/2019).

Untuk menjaga kualitas, dari dulu, masih menurutnya, bapak mengajarkan Eko untuk meracik bumbu sendiri, misalnya penggunaan kecap berkualitas terbaik disertai perpaduan 22 jenis rempah-rempah Indonesia yang menjadi satu bumbu untuk menguatkan rasa tongseng.

"Sedangkan untuk mengolahnya, sesuai pesan bapak, saya masih menggunakan bara api dan wajan dari baja agar kematangan kuah gulai tongseng akan semakin sempurna," tambahnya.

Semangat seperti yang dimiliki Pak Eko inilah yang ingin diangkat di FJB (Festival Jajanan Bango) 2019, sehingga dapat menginspirasi para penjaja kuliner lainnya maupun para pecinta kuliner untuk terus menjaga dan melestarikan kelezatan kuliner autentik Indonesia dari generasi ke generasi. (tka)


Cerita di Balik Tongseng Legendaris
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar