INILAHCOM, Jakarta - Masyarakat di daerah terpencil ternyata membutuhkan Al-Qur'an lebih banyak. Hal ini juga sangat berpengaruh bagi anak - anak yang ingin memulai belajar Al-Qur'an sejak kecil yang tinggal di daerah.
Heru Binawan selaku CEO Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) menjelaskan, saat mendistribusikan Al-Qur'an wakaf sering kali menjumpai keadaan penduduk di suatu daerah yang masih sulit mendapatkan Al-Qur'an yang bagus.
"Terutama untuk anak - anak yang akan belajar Al-Qur'an harus antri menunggu giliran. Karena Al-Qur'an yang tersedia di TPA atau Mushola tersebut hanya satu buah saja," kata Heru saat ditemui di Jakarta, Selasa, (17/12/2018).
Masih menurutnya, ketika BWA mendistribusikan Al-Qur'an terjemahan di sebuah pulai di wilayah kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, ada seorang Ibu yang begitu bersyukur menerima Al-Qur'an tersebut. Seoran Ibu itu sampai menangis, karena dia selama ini belum pernah membaca Al-Qur'an dengan terjemahannya.
"Sya tahu ada Al-Qur'an terjemahan, tetapi selama ini saya belum pernah memilikinya. Bahkan memegangnya pun belum pernah. karena di sini sulit sekali ingin membeli Al-Qur'an," papar Heru saat menceritakan kisah tersebut.
Karena itu, BWA sangat berharap dari dukungan masyarakat untuk program #2019SejutaQuran bangkitkan Indonesia. Hal ini agar banyak daerah terpencil yang bisa dibangkitkan aqidah dan pendidikan agamanya.(tka)
Yuk, Mudahkan Anak - Anak Belajar Al-Qur'an
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar