Laman

Kamis, 27 Desember 2018

Strategi Kemenpar Pasca Tsunami Selat Sunda


<B>INILAHCOM, Pandeglang -Pasca tsunami Selat Sunda Banten dan Lampung Sabtu (22/12/2018). Menteri Pariwisata Arief Yahya berkunjungan ke lima titik destinasi wisata yang terdampak. </B>

Mulai dari Anyer, Carita, Labuan, Tanjung Lesung dan Menes. Dalam kunjungannya, Menpar Arief menjelaskan Kementerian Pariwisata, memiliki tiga hal strategi pemulihan destinasi pariwisata yang terkena dampak pasca tsunami. Yang pertama pemulihan dari sisi SDM atau Kelembagaan, lalu pemulihan destinasi dan yang terakhir adalah pemasaran.

“Strategi pemulihan ini dilakukan saat masa tanggap darurat selama 14 hari selesai. Yang pertama kita pulihkan adalah  SDM dan kelembagaannya melalui kegiatan trauma healing untuk masyarakat yang berdomisili dan berusaha di destinasi wisata, termasuk para pekerja di sektor industri pariwisata, seperti pegawai -pegawai hotel, komunitas dan Industri pariwisata itu sendiri,” ujar Menpar Arief Yahya di Posko Labuan, Pandeglang, Kamis (27/12).

Bagi industri pariwisata, Kemenpar yakin mereka kesulitan dalam membayar cicilan, atau tagihan listrik dan air. Untuk itu, nanti Kemenpar akan meminta kepada pihak terkait, untuk memberi relaksasi di bidang keuangan, termasuk cicilan ke Bank.

"Itu juga yang kami lakukan di Bali dan Lombok beberapa waktu lalu,” kata Menpar Arief, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (27/12/2018).

Yang kedua, pemulihan pemasaran. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa kepercayaan kepada masyarakat untuk berwisata ke pesisir Selat Sunda, terutama ke Pandeglang dan Serang.

“Yang pertama kita lakukan adalah membuat event-event pemerintah di sini. Saya sebagai Menteri Pariwisata mengundang seluruh Kementerian dan Lembaga, untuk mengadakan event-event di sini. Dan Kemenpar yang akan memulai pertama kali pada awal Januari mendatang, untuk menggelar rapat koordinasi pemulihan pasca Tsunami, lokasinya di salah satu hotel tidak terdampak di kawasan  Anyer,” ujar Menpar.(tka)


Strategi Kemenpar Pasca Tsunami Selat Sunda
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar