INILAH.COM, Jakarta-Pemerintah terus menggalakkan industri pariwisata mengingat Indonesia memiliki ratusan destinasi wisata dan budaya yang unik. Trend terbaru, kini hadir pariwisata bidang kesehatan.
Pariwisata bidang kesehatan juga dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata lewat program health tourism. Di beberapa negara, pariwisata bidang kesehatan ini menjadi pintu masuk untuk meningkatkan pendapatan devisa negara, seperti Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Terbukti bidang kesehatan mampu mendongkrak pariwisata di negara-negara tersebut.
"Ini yang kadang membuat masyarakat tergiur untuk operasi estetika di luar negeri karena adanya paket-paket wisata," kata Dewan Pengurus Pusat IDI, Prof DR dr Abdul Razak Thaha, MSc, SpGK, Ketua Panitia Penyelenggara Seminar dan Workshop I-SWAM 2018 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (7/12/2018).
Terkait hal itu, Abdul Razak mendorong pemerintah mempromosikan pariwisata bidang kesehatan di Indonesia, salah satunya adalah kedokteran Estetika, Anti Aging, Wellness dan Regeneratif.
"Sudah menjadi kebutuhan kodrati bahwa kita ingin tampil sehat, awet muda, bugar dengan penampilan yang cukup menarik, seseorang dengan kemampuan finansial pastinya akan mendatangi tempat dimana dia dapat mewujudkan keinginannya tersebut," ujarnya.
Abdul Razak menyampaikan data bahwa Indonesia telah membuktikan sukses dalam bidang health tourism, di bidang Aesthetic Medicine dengan adanya data bahwa pasien dari beberapa klinik kecantikan di Bali 95 % adalah turis mancanegara.
Lingkup kedokteran Estetika, Anti Aging, Wellness dan Regeneratif, salah satu yang menjadi primadona adalah tindakan medis untuk mengubah penampilan baik itu bersifat invasif/ operatif ataupun non operatif, lalu bidang fannakoterapi (obat), hormonal, nutrisi/ gizi, kosmetika dan kosmosetika serta alat alat medis canggih seperti laser, radio frekuensi, serta gelombang suara yang dapat membantu keberhasilan terapi dan bidang wellness seperti spa, baik spa yang mengandalkan ramuan herbal tradisional ataupun spa yang memanfaatkan teknologi canggih
Berkaitan dengan hal tersebut organisasi PERDAWERI, melalui Seminar dan Workshop I-SWAM 2018 juga membuka peluang dengan memperkuat posisi tenaga dokter dalam memberikan pelayanan di bidang estetika, anti penuaan, wellness dan regeneratif.
"Seminar dan workshop bertaraf international dan bersertifikat IDI yang khusus diperuntukkan bagi kalangan dokter ini bertujuan ingin meningkatkan kemampuan dan pengetahuan di bidangnya," terang Abdul Razak.
Seminar internasional ini selalu menghadirkan para ahli di bidangnya, sekaligus menjadi barometer dunia estetika yang makin mendunia setelah sukses dan menjadikannya banyak peserta dari mancanegara mengikuti event ini.
"I-SWAM pada tahun ini adalah yang ke 9. yang diikuti oleh 2000 orang dokter yang menghadirkan narasumber yang berasal dari Italia, Spanyol. United Kingdom, Libanon, Afrika Selatan, India. Korea Selatan. Malaysia. dan juga dari Indonesia," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Dr Teguh Tanuwidjaja. [adc]
Health Tourism Jadi Tren Baru Parisiwata Indonesia
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar