<B>INILAHCOM, Jakarta - Kaum millenial menjadi salah satu sasaran utama dari target pariwisata Indonesia ke depan. </B>
Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat membuka acara Deregulation in Cyber Tourism Era Destinasi, digital produk pariwisata saat ini semakin kreatif kemudian destinasi harus instagramable dan akhirnya menjadi viral.
"Semua destinasi pariwisata harus memiliki spot foto. Jadi agak beda dikit. Ini berarti destinasi tidak hanya enak di kamera tapi juga enak dipandang mata. Ini namanya destinas jaman now," kata Arief Yahya saat ditemui di hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, (27/11/2018).
Masih menurutnya, kaum millenial dilihat sangat memiliki kebutuhan khusus seperti kebutuhan untuk diakui.
"Misalnya, mau makan di foto abis dandan di foto. Dia ingin fotonya bagus dan menjadi orang yang pertama foto ketika datang ke sebuah destinasi yang bagus," tambah Arief Yahya.
Karena itu, market millenial untuk pariwisata sangat besar. Ada sekitar 70 persen anak millenial itu hidupnya di dunia maya.
"Jadi, kami membuat sekitar ada 54 destinasi digital di seluruh Indonesia," ujarnya.
Menpar menambahkan, ada sekitar 57 persen penduduk Asia dikuasai oleh anak - anak milenial berusia 15 - 35 tahun. Hal ini juga mempengaruhi jumlah wisatawan mancanegara (Wisman), yang datang ke Indonesia.
"Sekitar 50 persen wisman yang datang ke Indonesia adalah millenial," paparnya. (tka)
Kaum Millenial Sangat Penting untuk Pariwisata
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar