Laman

Rabu, 05 September 2018

E-grocery Jadi Trend Belanja Baru Kaum Perempuan

INILAH.COM, Jakarta-Aktivitas belanja online yaitu belanja makanan dan minuman secara online (e-grocery) untuk kebutuhan rumah tangga belakangan menjadi trend baru kaum perempuan, khusunya ibu rumah tangga. Riset Tetra Pak Index 2018 menunjukkan, trend ini kian digemari di seluruh dunia.

E-grocery telah dipandang sebagai sebagai cara belanja baru yang menyegarkan bagi konsumen, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan belanja pangan secara offline. Apalagi, jenis produk tersedia dapat diakses secara online yang kurang lebih sama dengan yang ditawarkan di toko-toko, termasuk makanan dan minuman dalam kemasan.

Berdasarkan riset Tetra Pak Index di Indonesia, sebanyak 1,2 persen konsumen di Jakarta telah berbelanja pangan secara online pada tahun 2016 dan angka ini diharapkan untuk terus tumbuh hingga 5,4 persen pada tahun 2030.

"Sementara itu kegiatan belanja di pasar tradisonal mungkin akan menurun pada tahun 2030 menjadi 46,6% dari sebelumnya di angka 56,3% pada tahun 2016," ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia, di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Gabrielle mengatakan, tren belanja kaum perempuan yang perlahan beralih ke e-grocery disambut dengan baik oleh para e-commerce. Di Jakarta misalnya, e-grocery berkompetisi langsung dengan minimarket dan supermarket karena permintaan konsumen akan pengalaman belanja yang mudah dan cepat, serta akses internet yang membaik.

"Sebagai contoh, di Bukalapak, untuk kategori RTD saja kami mencatat puluhan juta minuman terjual di semester 1 2018 melalui marketplace dan melalui distribusi ke UKM Warung di seluruh Indonesia," kata Rahmat Danu Andika, Associate Vice President of O2O Business Bukalapak.

Selain membahas tentang tren e-grocery, hasil riset Tetra Pak Index juga memberikan wawasan tentang empat faktor utama yang mempengaruhi pasar e-grocery, kemudahan, penentu utama dalam aktivitas belanja online akibat meningkatnya permintaan konsumen akan produk yang mudah dan nyaman di dapat serta kemasan yang praktis.

Kemudian teknologi dan Kinerja yang terus mengubah rantai pasokan (supply chain), terutama dalam hal kecepatan pengiriman barang yang diprediksikan dapat dikirimkan dalam waktu 10 menit pada tahun 2025 serta perilaku belanja konsumen secara menyeluruh, contohnya pola belanja konsumen dengan jumlah sedikit namun dengan frekuensi yang lebih sering.

Lalu keberlanjutan, dimana konsumen mulai peduli akan pentingnya menggunakan produk dari perusahaan yang peduli akan isu lingkungan hidup, termasuk isu penggunaan plastik, daur ulang serta ekonomi melingkar (circular economy) yang menjadi sorotan utama belakangan ini.

Selanjutnya personal dan unik, brand berupaya menghadirkan produk yang dapat dipersonalisasi bagi pembeli sebagai pembeda dari produk lainnya di pasaran, serta untuk meningkatkan loyalitas dan penjualan.

"Riset kami membuktikan bahwa daya tahan dan efisiensi kemasan menjadi persyaratan penting dalam kegiatan belanja online. Bahkan hasil riset pun menunjukkan bahwa kemasan yang efisien secara berat maupun ruang dapat memberikan pengurangan volume transportasi sebesar 30-50%," kata Gabrielle. [adc]


E-grocery Jadi Trend Belanja Baru Kaum Perempuan
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar