<B>INILAHCOM, Jakarta - Infeksi akibat neuropati banyak dialami oleh mereka yang mengalami kebas atau mati rasa atau baal sehingga tidak terasa ketika luka.</B>
Menurut dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM, luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi. Infeksi semakin parah ketika dialami oleh penderita diabetes.
"Pada penderita diabetes, angka prevalensi neuropati meningkat menjadi 50 persen atau 1 dari 2 penderita. Penurunan kualitas hidup terjadi ketika intensitas gejala-gejala neuropati semakin sering," papar Manfaluthy saat ditemui di acara neurobion, Jakarta, baru - baru ini.
Risiko Neuropati bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan kini gejala neuropati sudah dirasakan oleh mereka yang berusia muda 26-30 tahun yaitu sebanyak 1 dari 3 orang.1
"Hal ini ditunjang oleh faktor gaya hidup dengan aktivitas keseharian yang terus-menerus dan berulang, seperti beraktivitas dengan gadget 61,5 persen, mengendarai motor atau mobil 58,5 persen, duduk dengan posisi sama dalam waktu yang lama 53,7 persen, dan mengetik dengan komputer 52,8 persen," tambahnya.
Selain itu, rendahnya kesadaran konsumsi vitamin B, hanya 30,2 persen yang mengkonsumsi, memberikan kontribusi terhadap tingginya risiko Neuropati tersebut. (tka)
Luka Karena Kebas Dapat Timbulkan Infeksi
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar