Laman

Senin, 13 Agustus 2018

Jika ASI Tak Cukup, Ini yang Harus Dilakukan

INILAHCOM, Jakarta – Tidak bisa dibantah, ASI (air susu ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi. Ketika ASI kurang, apa yang harus dilakukan?

“Namun bila ASI eksklusif tidak lagi mencukupi, bayi harus mendapat MPASI (makanan pendamping ASI),” ungkap Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Ngobras di Paradigma Café, Senin (13/08/2018).

Idealnya, bayi mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan. Namun ada kalanya ASI tidak mecukupi bahkan sejak sebelum usia 6 bulan. Tanda bahwa ASI tidak lagi cukup, bayi mengalami failure to thrive (FTT) atau weight faltering. Dalam Bahasa Indonesia sering disebut sebagai gagal tumbuh.

Namun istilah yang lebih tepat yakni kenaikan berat badan (BB) yang tidak adekuat atau tidak sesuai dari yang seharusnya. Weight faltering ditandai dengan BB bayi turun atau tidak bertambah.

“Di seluruh dunia, berdasarkan penelitian, paling sering terjadi di usia 3 bulan, saat masih mendapat ASI,” terang Dr. dr. Damayanti.

Sebuah penelitian dilakukan Dr. dr. Damayanti pada 100 ibu hamil, yang diikuti sejak trimester akhir kehamilan, dan dimotivasi untuk memberikan ASI eksklusif. Hingga akhir penelitian, 84 ibu yang terus diikuti setiap bulan.

“Ternyata saat bayi berusia 3 bulan, 33 persen kenaikan BB-nya tidak adekuat, dan makin lama makin tinggi. Di usia 6 bulan, angkanya 68 persen. Artinya, asupan dari ASI tidak cukup untuk tumbuh,” paparnya.(tka) 


Jika ASI Tak Cukup, Ini yang Harus Dilakukan
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar