Laman

Rabu, 15 Agustus 2018

Gangguan Tumbuh Kembang Anak Masih Tinggi

<B>INILAHCOM, Jakarta - Kondisi gangguan tumbuh kembang anak masih tinggi terjadi di Indonesia. </B>

Menurut penelitian, ternyata angka kejadian gangguan tumbuh kembang anak cukup tinggi. Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan angka kejadian anak pendek akibat masalah gizi di Indonesia sebesar 37,2 persen. Karena itu, orangtua harus memantau tumbuh kembang anak, terutama di bawah usia 2 tahun untuk mencegah terjadinya kondisi tersebut.

Memantau tumbuh kembang anak pada 1.000 pertama kehidupan sangat penting, mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini. Yang disebut 1.000 hari pertama kehidupan dimulai saat pembuahan di dalam rahim Mums sampai anak berusia 2 tahun.

Pada usia 2 tahun, anak sudah mencapao setengah tinggi badan orang dewasa. Perkembangan otaknya pun sudah mencapai 80 persen dari otak orang dewasa.

Sebuah aplikasi hadir untuk para Ibu Indonesia yaitu Teman Bumil. Sebuah survei dilakukan secara online kepada 1.200 orangtua. Hasilnya, ditemukan bahwa hanya sekitar 37 persen orangtua yang memantau ritin tumbuh kembang si kecil setiap bulan.

Sekitar 2,6 persen rutin mencatat tumbuh kembang si kecil setiap minggu, dan sebanyak 3,7 perssn tidak pernah melakukannya. Selanjutnya, sekitar 42 persen hanya memantau ketika berkunjung ke dokter.

Kecenderungan orangtua untuk mencatat tumbuh kembang anak di Kartu Menuju Sehat (KMS) kadang menyulitkan. Sebanyak 23 persen responden kesulitan mengingat jadwal imunisasi si Kecil, karena KMS hilang. Selanjutnya, 98 persen responden mengatakan akan sangat terbantu dengan KMS digital yang bisa diakswa lewat gadget.

"Teman bumil bisa menjadi KMS bagi para Ibh untuk mencatat dan memantau perkembangan anak," kata Robyn Soetikno, Co-Founder Teman Bumil, Jakarta, Rabu, (15/08/2018).

Memantau tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin dan menjadi kebiasaan orangtua. Semakin dini masalah tumbuh kembang diketahui, semakin baik dan cepat bisa diperbaiki.

"Jangan pernah melewatkan dan lupa mencatat perkembangan anak. Jika ada sesuatu hal tekait tumbuh kembang anak terganggu, bisa langsung diatasi dan semakin besar peluang diperbaiki," papar dr. Margaretha Komalasari, Sp.A dari Brawijaya Women & Children Hospital.(tka)


Gangguan Tumbuh Kembang Anak Masih Tinggi
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar