INILAH.COM, Jakarta-Tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya sejumlah pusat kebugaran di berbagai daerah. Sayangnya, banyak pusat kebugaran atau tempat fitness yang tidak memiliki trainer bersertifikasi.
"Masyarakat harus jeli sebelum memilih pelatih kebugaran karena masih banyak yang melatih dengan bermodalkan pengalaman pribadi atau coba-coba saja. Ini membuat risiko cedera semakin tinggi dan bahkan dapat membahayakan jiwa. Hal itulah yang membuat kami dari APKI sebagai Asosiasi perkumpulan resmi pertama di Indonesia sekaligus lembaga edukasi kebugaran yang memiliki berbagai program pelatihan memberikan pelatihan kepada para trainer agar bisa sesuai dengan pola yang seharausnya diminta untuk bisa hidup sehat," kata Ketua Umum Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), Jasen Ongko di Jakarta, baru-baru ini.
APKI memiliki program internal dan pengajar-pengajar asli Indonesia. Selain itu APKI juga bekerjasama pengajar-pengajar asing dari luar negeri seperti Amerika, Rusia, Australia dan negara-negara lain.
"Ini untuk meningkatkan kopetensi para pengajar yang berada di pusat kebugaran agar pola yang diajarkan sesuai," kata Jansen.
Lebih lanjut Jansen mengatakan, Pelatihan APKI tidak terbatas untuk mereka yang bekerja sebagai pelatih kebugaran saja, namun setiap orang yang ingin memiliki pengetahuan tentang pola hidup sehat dapat bergabung dan mengikuti pelatihan singkat yang dilakukan oleh APKI.
"Harapan saya adalah alumni APKI dapat turut membantu program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pemerintah Indonesia dengan program-program latihan yang efektif dan juga aman. Ini bisa jadi kesempatan yang baik, karena kita harus terus belajar untuk bisa menambah pengalaman dan mengembangkan profesi ke arah yang lebih baik lagi," paparnya. [adc]
APKI Serukan Gerakan Indonesia Bugar
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar