Laman

Jumat, 06 April 2018

Tren Fesyen, Kini Cepat Berubah

INILAHCOM, Jakarta - Dulu, ada masanya ketika tren hanya berubah sekali setiap musim, yaitu saat rumah desain di New York dan Paris mengarahkan semua orang apa yang harus dilakukan. Kini semuanya tidak lagi sama.

Pekan Mode Eropa tidak lagi menjadi acuan tren dengan adanya banyak peristiwa di dunia, budaya pop, berita, media sosial, dan lainnya. Hari ini, siklus hidup tren menjadi lebih pendek dan gaya yang berkembang lebih banyak tentang individu dan pilihan berekspresi mereka.

Setiap kali selebritis mempopulerkan sesuatu, betapapun aneh gayanya, hal itu bisa menggugurkan ramalan analisis tren. Zilingo menggunakan algoritme yang dikembangkan sendiri untuk melacak dan memproyeksikan tren yang bergerak cepat dan selalu berubah dengan menggunakan AL (Artificial Intelligence) sehingga pedagang dan pembeli tidak pernah ketinggalan informasi.

"Saat berpegian melintas Thailand, Indonesia, dan Filipina, saya melihat ada banyak sekali pasar di wilayah-wilayah ini yang menjual semua jenis pakaian secara offline, dari t-shirt bersablon slogan hingga gaun maxi, dari pakaian formal hingga sepatu kulit. Keadaan itu membuat saya berpikir mengapa pedagang - pedagang ini tidak berjualan secara online, dari sanalah ide Zilingo tercetus," papar Bose, co-founder & ceo Zilingo, Jakarta, Jumat, (06/04/2018).

Fesyen adalah tentang keragaman, mix and match, Zilingo mengundang setiap pengguna untuk menemukan apapun yang mereka suka, semuanya ada dalam satu tempat. #SIAPASIHLO akan digaungkan lebih spesifik kepada pasar milenial berusia 16-35 tahun yang mudah bosan dengan tren fesyen dan mempunyai identitas tersendiri yang ingin mereka ekspresikan. (tka)


Tren Fesyen, Kini Cepat Berubah
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar