Laman

Senin, 23 April 2018

Anak Stunting Bisa Terganggu Perkembangan Otak

INILAHCOM, Jakarta - Anak yang stunting bisa mengalami gangguan perkembangan otak (IQ yang rendah).

Tidak hanya itu, sistem imun yang lemah sehingga begitu mudah terkena berbagai infeksi. Tapi stunting ini bisa diintervensi atau dicegah.

Menurut dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Spesialis Gizi Klinis, caranya dengan memerhatikan kecukupan nutrisi pada 1000 hari pertama yang dimulai dari dalam kandungan sampai mereka berusia 2 tahun.

"Tak hanya itu, kita juga harus memutus mata rantai penularan infeksi cacing karena terbukti infeksi ini menyebabkan stunting pada anak. Bahkan siklus kejadiannya bisa berujung pada kualitas individu di Indonesia," ujar Juwalita di Jakarta, baru - baru ini.

Hal ini juga diamini oleh dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Ditjen P2P Kemenkes. Bahkan menurut Elizabeth, anak perempuan yang mengalami stunting berisiko melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat badan kurang.

“Apalagi jika stunting yang dialami ibu hamil karena infeksi cacing berulang membuat ibu mengalami anemia dan ini tidak akan bisa dikoreksi. Di sinilah bahayanya stunting yang diakibatkan oleh infeksi cacingan," kata Elizabeth.

Kebanyakan orang yang terinfeksi cacingan tidak menunjukkan gejala yang spesifik karena itu sering diabaikan. Tapi orang tua sebaiknya mulai waspada ketika anak mulai menunjukkan gejala tidak nafsu.

Juwalita menjelaskan, tidak nafsu makan menjadi gejala yang paling sering terlihat karena infeksi membuat tubuh mengeluarkan zat-zat yang sifatnya inflamasi dan membuat berkurangnya nafsu makan.

“Orang tua harus semakin curiga kalau anak terinfeksi cacingan jika telapak tangan atau selaput matanya pucat," tambahnya.(tka)
 


Anak Stunting Bisa Terganggu Perkembangan Otak
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar