Laman

Senin, 19 Maret 2018

Alami Gangguan Ginjal, Anak Rutin Cuci Darah

INILAHCOM, Jakarta - Sedikitnya ada sekitar 86 dari ratusan anak Indonesia harus rutin melakukan cuci darah akibat gangguan ginjal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina YAGIN (Yayasan Ginjal Indonesia), N Mulyana, di acara Funtrip 2018 di Transmart Cempaka Putih, Jakarta, Minggu, (18/03/2018).

“Mereka cuci darah dua - tiga kali dalam seminggu. Sementara alat hemodialisasi anak hanya ada di rumah sakit Jakarta. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata N Mulyana.

Diberitahunya, berdasarkan data WHO tahun 2016, 54 persen angka kematian di Indonesia disebabkan gagal ginjal.

“Dan saat ini jumlah penderita gagal ginjal stadium akhir di Indonesia yang harus rutin melalukan cuci darah sebanyak 2,9 juta jiwa,” ujarnya.

Masih menurut Mulyana, anak-anak dengan kondisi sakit ginjal dan harus cuci darah terdapat di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya Palembang, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sulawesi, serta Papua.

Ketua YAGIN Syaihul Hadi menambahkan, tujuan didirikannya organisasi ini yaitu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli terhadap pencegahan dan penanggulangan penyakit ginjal dan hipertensi.

Tercatat di RSCM Jakarta ada sekitar 75 anak-anak mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui Progran BPJS untuk menyembuhkan penyakit gagal ginjal.

“Mereka mendapatkan jadwal cuci darah secara teratur dan kebutuhan proses pengobatannya terpenuhi,” ujar Syaihul. (tka)


Alami Gangguan Ginjal, Anak Rutin Cuci Darah
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar