INILAHCOM, Jakarta - Prevelensi kanker adalah dari 1000 penduduk ada 14 orang yang terkena kanker di Indonesia. Ini sangat memprihatinkan.
Yang paling tinggi untuk kasus kanker adalah di Yogyakarta dengan 4,1 per 1000 penduduk. Untuk beban biaya yang dikeluarkan, menurut data dari Kementerian Kesehatan, setelah penyakit kardiovaskular seperti jantung dan hipertensi, ada biaya yang besar untuk penyakit kanker.
"Sekitar Rp. 2 Triliun melalui BPJS. Ini tergolong besar biayannya," papar Direktor Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. H. Mohammas Subuh, MPPM saat ditemui di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (31/01/2018).
Untuk mencegah penyakit kanker, ada langkah yang baik dengan deteksi dini. Seperti, misalnya untuk kanker payudara ada SADARI. Kemudian, untuk kanker mulut rahim dengan menjalankan IVA tes yang tersedia di fasilitas kesehatan dasar, puskesmas.
"Dengan begitu, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dengan melakukan deteksi dini tersebut," tambahnya.
Kemudian, selain deteksi dini, Kementerian Kesehatan juga melakukan demostrasi project imunisasi HPV bagi anak sekolah sebagai dari pencegahan kanker leher rahim. Pada 2016, sudah dilaksanakan di provinsi DKI Jakarta. Kemudian pada 2017, di provinsi DKI Jakarta, DIY kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul, Jawa Timur untuk Surabaya, dan kemudian perluasan ke provinsi Sulawesi Utara (Manado), serta Sulawesi Selatan (kota Makasar).(tka)
Prihatin,Ini Jumlah Penyakit Kanker di Indonesia
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar