INILAH.COM, Jakarta-Desainer kenamaan Tanah Air sekaligus Ketua Pelaksana Rakernas Dewan Kehormatan PWI Amy Ibrahim Atmanto menyatakan perang melawan hoax alias berita bohong.
Seperti diketahui, era digital saat ini menuntut dunia jurnalistik menyampaikan informasi secara cepat. Sayangnya, kecepatan pemberitaan acap kali mengabaikan profesionalisme dalam penyampaian berita.
Saat ini hoax menjadi isu nasional yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa karena cepatnya penyebaran informasi. Hal ini menjadi tantangan berat bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang melalui Dewan Kehormatan menetapkan kebijakan agar pers Indonesia menjadi pers yang menjunjung tinggi profesionalisme dan bertanggung jawab terhadap berita yang disampaikan.
Terkait hal itu, Dewan Kehormatan PWI menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tema "Etika Jurnalistik, Tantangan dan Relevansinya di Era Digital" serta mengangkat topik pembicaraan bertema "Peran dan Pengaruh Sosial Media dalam Penyebaran Informasi dan Pembentukan Opini". Kegiatan ini dalam upaya untuk memantapkan etika profesionalisme jurnalistik dalam kaitannya dengan tantangan di era digital.
"Momentum penyelenggaraan Rakernas Dewan Kehormatan PWI se-Indonesia ini sangat tepat di era komunikasi informasi yang membutuhkan kekuatan dan soliditas media dan berbagai elemen pemerintah, usaha dan masyarakat umum," Amy Atmanto di Jakarta, Rabu (13/12/2017).
Sementara menurut Ketua Dewan Kehormatan PWI (DK-PWI)Pusat Ilham Bintang, pemuatan berita harus berdasarkan kaidah dan fakta kebenaran. Pedoman itu harus dipegang oleh seorang jurnalis, jika tidak itu sama dengan menyebarkan berita kebohongan.
"Itu sama dengan menyebarkan hatespeach yang menjadi musuh kita, musuh semua umat manusia," demikian Ilham. [adc]
Amy Atmanto Serukan Perang Melawan Berita Bohong
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar