Laman

Rabu, 26 Juli 2017

Korban dan Pelaku Bully Harus Ditolong

INILAHCOM, Jakarta - Belakangan banyak terdapat kasus yang menjadi viral di media sosial tentang prilaku bullying. Hal ini sangat memprihatinkan.

Menurut psikolog sekaligus presenter, Intan Erlita, pelaku dan korban bully seharusnya sama - sama perlu ditolong, mengapa?

"Karena, jika pelaku bully dikeluarkan dari sekolah, ini akan menjadi sampah. Ini harus ditolong. Pada dasarnya tidak ada anak yang nakal," papar Intan Erlita saat ditemui di acara Aqua Japan, Jakarta, Rabu (26/07/2017).

Bully adalah hal yang sangat berbahaya bagi siapapun, baik bagi pelaku ataupun untuk para korban. Ini akan memberikan efek psikologis yang panjang. Jika sebuah sekolah mengalami kasus bullying yang menimpa siswanya, hal ini perlu penanganan yang serius.

"Bagian BK (Bimbingan Konseling) di sekolah harus memahami hal ini. Kalau butuh psikolog ya mungkin untuk masalah yang membutuhkan orang ketiga. Kalau memang masalahnya sudah besar dan berat dan harus benar - benar diatasi oleh para ahlinya," tambahnya.

Intan juga mengakui bahwa dia tidak setuju jika pelaku bully dikeluarkan dari sekolah. Sebab, hal ini seperti layaknya menggunti benang yang kusut.

"Ini sama saja membuat benang kusut, bukan memperbaiki benang kusut menjadi lebih baik. Mereka juga anak yang memiliki hak. Jadi benar - benar harus diatasi dengan baik," paparnya.(tka)


Korban dan Pelaku Bully Harus Ditolong
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar