INILAHCOM, Jakarta - Lomba masak ikan sangat tepat dilakukan di Indonesi yaitu Pontianak dan Batam. Hal ini karena Indonesia memiliki perairan laut yang sangat luas dan memiliki jenis ikan laut sekitar 2.500.
Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh mengatakan, perairan di laut dan darat Indonesia menyimpan 2.500 jenis ikan laut dan 2.184 jenis ikan air tawar menjadikan warga di Indonesia dapat berkreasi menciptakan makanan tradisionalnya. Inilah kontributor utama terhadap kekayaan dan keanekaragaman gastronomi Indonesia.
“Lomba masak Ikan Nusantara ini sangat tepat karena Indonesia negara bahari. Selain alamnya yang indah, budayanya yang bagus, kulinernnya juga sangat enak. Terlebih hidangan kuliner berbahan ikan yang fresh dari tempatnya,” ujar Vita Datau seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (05/07/2017).
Lebih lanjut Vita menjelaskan ada dua cara untuk mengangkat kuliner-kuliner warisan Indonesia berbahan dasar ikan agar lebih dikenal dan mendunia. Pertama, ikan khas wilayahnya masing-masing diolah dengan cita rasa otentik daerah.
“Misalnya Pindang Patin Palembang atau Gule kepala Kakap Medan atau Padang. Yang kedua, penyajiannya harus instagramable, agar bisa terlihat eye cacthing di sosmed. Sehingga sekalian bisa promosi ke seluruh dunia,” tambahnya.
Lebih lanjut Vita berharap, lomba masak Ikan Nusantara ini memunculkan menu-menu terbaik di Indonesia, sehingga bisa menjadi hidangan ikan yang bisa disajikan ke tamu negara yang datang ke Indonesia.
“Nantinya akan ada kreasi baru yang disukai anak-anak sebagai penerus bangsa. Sehingga menu ikan dapat di gemari semua kalangan. Syaratnya rasanya harus enak, bentuknya menarik, mudah menyiapakan dan mengolahnya agar ibu-ibu dirumah bisa mencoba memasak untuk anaknya. Makan ikan itu sehat dan bergizi, sehingga menjadikan anak-anak Indonesia pintar,” papar Vita.
Soal kuliner, pemerintah tidak ingin main-main menggarapnya. Potensinya sangat besar. Variannya masuk ke dalam tiga subsektor dalam industri kreatif yang memberikan sumbangan terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Kuliner ada di posisi nomor satu dengan sumbangan sebesar Rp 209 triliun atau 32,5 persen. Setelah itu fashion sebesar Rp 182 triliun atau 28,3 persen, dan kerajinan sebesar Rp 93 triliun atau 14,4 persen. Menpar Arief Yahya pun makin bersemangat. Mulai dari rancangan festival, strategi pemasaran, dan publikasi, semuanya dipersiapkan dengan matang.
"Festival Ikan Nusantara mendukung pengembangan Wisata Kuliner Indonesia. Hal yang tinggal dipikirkan adalah bagaimana mengemasnya menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value. Dorong Batam dan Pontianak jadi destinasi wisata kuliner," tutur Menpar Arief Yahya.(tka)
Dua Tempat Ini Sangat Cocok untuk Lomba Masak Ikan
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar