Laman

Selasa, 25 Juli 2017

Anak Tak Perlu Diberi Susu Terus Menerus

INILAHCOM, Jakarta - Pada 4 sehat 5 sempurna, susu disebutkan dengan jelas. Pada tumpeng gizi seimbang, susu masuk ke sumber protein hewani.

Dulu, asupan gizi masih kurang, dan banyak penyakit infeksi kronis seperti TB, sehingga susu menjadi salah satu senjata yang sangat penting dalam pemenuhan nutrisi. Kini, ragam makanan sedemikian banyak, sehingga susu dicampur dalam golongan protein.

“Susu bukannya tidak perlu. Susu itu bagus, tapi bukan berarti anak hanya diberi susu terus,” ucap dr. Elvina Karyadi, M.Sc, Ph.D, Sp.GK seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu (26/07/2017).

“Pedoman 4 sehat 5 sempurna sudah usang. Yang dipakai sekarang adalah pedoman gizi seimbang,” tegas dr. Elvina.

Ini merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, mencakup makronutrisi dan mikronutrisi. Pedoman gizi seimbang ditopang oleh empat pilar: aneka ragam/variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.

“Bedanya dengan 4 sehat 5 sempurna, pedoman gizi seimbang tidak hanya soal makanan, melainkan mengarus secara holistic dan komprehensif, sesuai dengan kebutuhan  masyarakat sekarang. Kini, aktivitas fisik sudah sangat kurang,” jelas dr. Elvina.

Kecukupan gizi dan proporsi pemberian makan anak disesuaikan dengan kelompok usianya. Pada usia 0 – bulan tentunya ASI eksklusif. Usia kurang 6 bulan yakni 80 persen ASI/formula dan 20 persen makanan sapih. Usia 8 – 10 bulan yakni 50 persen ASI/formula dan 50 persen makanan sapih. Sedangkan usia 12 bulan, 20 – 35 persen ASI/formula, dan 65 – 80 persen makanan.(tka)


Anak Tak Perlu Diberi Susu Terus Menerus
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar