Laman

Rabu, 29 Maret 2017

Lomba Masakan Khas Wakatobi

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya membuka promosi kuliner Wakatobi. Hal ini untuk meningkatkan wisata daerah Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Promosi kuliner Wakatobi ini sebagai upaya mempromosikan destinasi Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang ditetapkan sebagai salah satu di antara 10 destinasi prioritas yang dikembangkan sebagai Bali Baru. Hal ini menjadi salah satu cara untuk memajukan kuliner Indonesia yang memiliki porsi besar untuk menarik wisatawan.

"Potensi budaya culture sebesar 60 persen, dikembangkan sebagai wisata belanja dan wisata kuliner sebesar 45 persen atau porsinya lebih besar," ungkap Menpar Arief Yahya saat membuka acara dialog Gastronomi Nasional ke 2 dan promosi Kuliner Wakatobi di kantor Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Rabu (29/03/2017).

Masih menurutnya, potensi budaya (culture) mempunyai porsi paling besar yaitu sekitar 60 persen, alam (nature) 35 persen, dan manmad sekitar 5 persen. Potensi culture dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah (heritage and pilgrim tourim), 20 persen. Wisata belanja dan kuliner (culinery and shopping tourims) 45 persen, dan wisata kota dan desa (city and vilage tourism) 35 persen.

Potensi alam (nature) dikembangkan berupa produk wisata bahari (marine tourism) 35 persen, sedangkan manmade dikembangkan dalam wisata MICE (MICE and event tourism 25 persen, wisata olahraga (sport tourism), 60 persen dan obyek wisata terintergrasi (integrated area tourism) 15 persen.

"Ini adalah sebuah lomba masak dalam rangka meningkatkan promosi Wakatobi. Yang terpenting adalah dalam penilaian masakan sebuah penampilan. Penampilan yang menggugah selera, kalau dilihat jadi enak ingin menyicipi, kemudian, rasanya juga baik. Jadi, tampilannya cantik dan enak," kata Siska koki ternama yang menjadi lomba masak makanan khas Wakatobi tinggal SMK.


Lomba Masakan Khas Wakatobi
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar