Laman

Sabtu, 25 Maret 2017

Batik Cirebon Berkembang Pesat

INILAHCOM, Jakarta - Batik merupakan ikon Indonesia dan menjadi warisan dunia yang perlu dilestarikan. Berbagai daerah di nusantara umumnya mempunyai motif batik.

Di pulau Jawa terdapat banyak motif batik daerah seperti Pekalongan, Solo, Jogja, Madura, Garut, Cirebon dan lainnya. Salah satu kendala dari pengrajin batik adalah membuka jalur pemasarannya.

Hanya sedikit perusahaan yang fokus terhadap kelestarian batik ini, salah satunya Agung Podomoro melalui sinergi 8 Trade Mall yang dimilikinya.

“Kami sudah keliling ke berbagai sentra batik nusantara dan terus mengajak UKM khususnya perajin dan pedagang batik untuk mengembangkan usahanya melalui berbagai trade mall. Khusus untuk batik, TM Agung Podomoro sudah bekerjasama dengan pengrajin batik Pekalongan, Solo, Madura, Jogja, dan Cirebon,” ujar Ho Mely Surjani, AVP Marketing TM Agung Podomoro seperti yang dikutip dari siaran pers, Sabtu (25/03/2017).

Salah satunya adalah kemeja Adam Batik yang sangat disukai para pria karena selain kualitas bahannya bagus, juga pengerjaannya rapi. Selain dijual ritel, Adam Batik juga dijual grosiran, yang setiap pekan dikirim ke berbagai kota di Indonesia.

Untuk menjamin kepastian produksinya, pemilik Adam Batik, Pak Ade Yosa kini mempekerjakan sekitar 24 orang penjahit pakaian batik, 4 orang karyawan toko, dan didukung 12 mesin jahit listrik.

Sedangkan untuk bahan-bahan batiknya, ia datangkan langsung dari kampungnya Trusmi. Di kiosnya, dijual beraga motif Batik Cirebonan, dari kemeja batik cap seharga mulai Rp 150 ribu per potong, hingga kain batik tulis eksklusif seharga Rp 8 – 10 juta per lembar.

Di kiosanya ia juga melayani pemesanan batik jadi. Awalnya Pak Ade memanfaatkan peminjaman kios. Karena usahanya terus untung, kini usaha batik Cirebonan Pak Ade Yosa telah berkembang dengan menyewa 6 Kios. Masing-masing 3 kios di Pusat Batik Nusantara, TM Thamrin City, dan 3 kios batik di Trade Mall Seasons City.

“Ya alhamdulillah, usaha semakin berkembang berkat fasilitas dari TM Agung Podomoro. Meskipun semua kios saya masih statusnya sewa per tahun, tetapi alhamdulillah semua barang dagangan sudah milik sendiri, selain itu juga ada mesin jahit,”ujar Ade Yosa, yang juga Ketua Paguyuban Pedagang Batik Cirebon di Pusat Batik Nusantara (PBN) Thamrin City.

Jika di awal berdiri tahun 2010 baru ada sekitar 13 sentra batik yang bergabung di Pusat Batik Nusantara TM Thamrin City, kini hampir semua corak dan gaya batik di seluruh Nusantara dapat ditemui di TM Thamrin City. Tak keliru jika dikatakan PBN bahwa TM Thamrin City kini dianggap telah menjadi pusat perdagangan batik terbesar di Indonesia.

Di kios Adam Batik tersedia aneka motif batik Cirebonan, seperti motif Megamendung yang merupakan batik khas Jawa Barat; Obinan yang merupakan hasil kreasi pembatik magang dari Jepang yang belajar di Kampung Trusmi; Apusan yang warna-warninya cerah; batik Sidomukti, dan lain-lain. Semuanya tersedia dari bentuk kain (bahan) hingga pakaian jadi seperti kemeja pria, gamis, blues, dress, aneka cindera mata motif batik, dan batik koleksi.


Batik Cirebon Berkembang Pesat
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar