Laman

Kamis, 23 Februari 2017

Diany Pranata Curhat Lewat "Filosofi Kue Pancong"

INILAH.COM, Jakarta-Fenomena kawin cerai di masyarakat Indonesia belakangan ini menggugah keprihatinan Diany Pranata. Ia pun berbagi pengalaman tentang kehidupan rumah tangganya lewat buku Filosofi Kue Pancong.

Dalam buku setebal 213 halaman itu, Diany berbagi cerita tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan sakralnya sebuah rumah tangga.

"Perceraian tidak hanya melibatkan dua pribadi tapi keluarga besar, terlebih anak buah hasil perkawinan," ungkap Diany Pranata dalam acara peluncuran buku "Filosofi Kue Pancong" di Rumah Imam Bonjol, kawasan Menteng,  Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

Pendiri Bella Donna The Wedding Organizer ini menegaskan, alasan para pasangan memutuskan cerai dengan alasan demi kebaikan anak merupakan sebuah keputusan salah.

"Apapun alasannya, anak-anak selalu menjadi korban perceraian, padahal mereka adalah generasi penerus bangsa. Tentu kita tidak mau bangsa ini tumbuh dari generasi yang penuh luka," ujarnya.

Mengenai buku terbarunya itu, Diany mengibaratkan bahwa kue Pancong yang sederhana itu dapat dibagi-bagikan. Buku tersebut berisi tentang ide-ide bagaimana mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam bentuk kumpulan surat-surat yang ditulis penulis dalam rubrik majalah Bella Donna The Wedding.

"Juga bersumber dari nilai-nilai keluarga yang diwariskan orangtua saya maupun pengalaman kehidupan sosial saya," urainya.

"Filosofi Kue Pancong menggambarkan rasa soal isi dan tujuan buku ini dan kebetulan mamaku senang suka banget Kue Pancong yang kue rakyat. Filosofinya kue pancong yang sederhana dan dapat dibagi-bagikan," Diany, menambahkan.

Dalam buku seri pertama, Diany membagikan pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain saat menjalankan wedding organizer yang mengajaknya konsultasi terkait pernikahan.

Kemudian dalam buku kedua, Diany berbagi pengalaman mengenai kehidupan rumah tangga dan keluarga yang berisi nilai-nilai sakral pernikahan.

"Buku ini bisa menjadi panduan dalam kehidupan berkeluarga atau rumah tangga dan buku kedua ini memiliki benang merah atau intisari yang sama dengan dengan buku seri pertama," paparnya.

Ide pembuatan buku tersebut didasarkan kepeduliannya pada keluarga sekaligus dedikasinya untuk ibunya yang sangat kuat menjaga keutuhan keluarga.

"Pribadi yang tumbuh dalam keluarga harmonis akan mempengaruhi kinerjanya dan akan berpengaruh baik bagi produktifitas kelompoknya," demikian Diany Pranata. [adc]


Diany Pranata Curhat Lewat "Filosofi Kue Pancong"
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar