Laman

Kamis, 19 Januari 2017

Gebyar Pernikahan Indonesia Usung Konsep Peranakan

INILAH.COM, Jakarta-Gebyar Pernikahan Indonesia 2017 kembali digelar untuk keenam kalinya. Tahun ini, pameran tersebut mengangkat tema Semarak Pernikahan Dalam Keindahan Budaya Pernikahan.

Menurut Arief Rachman selaku Direktur Marketing Panakrama Organizer selaku pihak penyelenggara, tema tersebut diambil karena berdekatan dengan nuansa Tahun Baru China atau Imlek yang jatuh pada 28 Januari 2017 mendatang.

Arief menambahkan, budaya peranakan Cina tidak terlepas dari sejarah Indonesia di masa lampau. Pengaruh budaya peranakan banyak mewarnai keindahan dan perkembangan budaya di Indonesia, tak terkecuali dalam pernikahan.

"Di Indonesia, peranakan memiliki pengaruh kuat dalam budaya khusunya di wilayah Pontianak, Palembang, Betawi, Semarang hingga Surabaya. Oleh karena itu, kita mengambil tema ini," kata Arief dalam wawancara di Balai Kartini, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Arief mengatakan, pameran ini akan dibuka dengan menampilkan pagelaran tari tradisional Betawi oleh Putra Mahkota Entertainment yang kental dengan pengaruh peranakan. Latar belakang pelaminan Palembang peranakan juga tak ketinggalan menghiasi pameran ini. Sementara pada hari kedua akan ditampilkan peragaan kebaya pengantin dan juga parade pengantin.

"Kami menghadirkan konsep berbeda setiap tahun, karena kami lihat masih banyak budaya Indonesia yang bisa diangkat dalam sebuah pernikahan," ujar Arief.

Pameran tahun ini menghadirkan 130 vendor pernikahan tradisional terbaik di Indonesia. Nantinya para pengunjung dapat memilih perhiasan, undangan, souvenir, katering, tata rias hingga paket bulan madu.

"Kami harap ini bukan hanya pameran pernikahan semata, melainkan tempat yang tepat untuk mendapatkan inspirasi dan informasi bagi calon pengantin yang akan menggelar pesta pernikahan tradisi Indonesia," tandasnya.

Gebyar Pernikahan Indonesia akan digelar pada 22-23 Januari 2017 di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta. [adc]


Gebyar Pernikahan Indonesia Usung Konsep Peranakan
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar