INILAH.COM, Jakarta-Tingginya kasus penderita kanker pada anak terjadi karena masih belum diketahuinya penyebab kanker pada anak. Penyebab lain adalah minimnya pengetahuan orangtua tentang kanker pada anak.
Hal ini dibuktikan berdasarkan data dari Riskesdas bahwa lebih dari 50 persen kasus kanker pada anak yang datang ke fasilitas kesehatan, umumnya sudah dalam keadaan stadium lanjut.
Diketahui, penyakit kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Kanker pada anak berbeda dari kanker pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak hingga saat ini belum ada pencegahannya. Untuk itu pola hidup dan makan makanan yang sehat harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini.
Untuk mengembalikan keceriaan anak-anak penderita kanker, PT Standardpen Industries bersama Yayasan Putera Peduli berkerjasama dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya menyelenggarakan Charity Cancer Camp. Kegiatan perkemahan yang dilaksanakan selama 3 hari 2 malam dikawasan Villa Via Renata, Puncak – Bogor, Jawa Barat.
“Kegiatan Charity Cancer Camp tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat kalinya. Tahun ini Kami mengangkat tema Daylight (Dare Yourselt to Live and Fight). Tema ini sengaja diangkat untuk mengajak dan memotivasi agar anak-anak penderita kanker dapat bermimpi setinggi mungkin, dan untuk para orangtua juga didorong agar semangat dalam mendampingi anak-anaknya dalam berjuang melawan kanker,” ujar Erika Indrajaya, Ketua Panitia Charity Cancer Camp.
Perkemahan khusus anak-anak penderita kanker ini pertama kali diadakan pada tahun 2013 dengan mengusung tema Golden Spy Academy, perkemahan kedua dilaksanakan dengan tema Dreamzania pada tahun 2014, dan pada tahun 2015 dengan tema perkemahan Wanderland.
“Perkemahan ini bertujuan untuk membantu dan menghibur pasien kanker dan keluarganya. Kami berharap seusai acara perkemahan ini para little cancer survivors menjadi lebih terhibur dan dapat memberikan inspirasi bagi para orangtua untuk melanjutkan kehidupan dengan berkualitas,” lanjut Erika.
Dalam kesempatan ini, Standardpen mengajak Aulia, Athalla, Rehan, Fitroh, Yasmin, Naura, dina dan anak-anak peserca Cancer Camp untuk tetap semangat dan ceria dengan belajar menggambar dan menulis dengan tangan. Ada yang bercita-cita ingin menjadi dokter, ada yang ingin membangun rumah sakit, ada juga yang ingin menjadi chef.
“Kami yakin, di setiap hati kecil mereka tetap punya mimpi yang tinggi. Kami selaku orang dewasa yang diberikan kelebihan merasa bertanggungjawab untuk mengajak mereka memiliki semangat yang baik. Harapan mereka bias disampaikan melalui surat untuk mama-papanya atau gambar yang mereka buat,” kata CEO Standardpen, Megusdyan Susanto.
Sebagai bentuk kepedulian Standardpen Industries terhadap anak-anak penderita kanker, perusahaan alat tulis ini membagikan perlengkapan alat tulis dan sekolah kepada seluruh peserta perkemahan. “Mudah-mudahan anak-anak kami yang tengah berjuang dari Cancer ini bisa mengisi waktu luangnya di rumah (karena cuti sekolah), untuk tetap kreatif dan menimbulkan rasa bahagia,”ujar Megusdyan.
Hal senada juga dikatakan Eva dari Yayasan Putra peduli.
"Ini kali kedua kami terlibat di Cancer Camp. Mudah-mudahan bantuan yang sedikit ini bisa memberikan sedikit keceriaan untuk anak-anak," pungkasnya. [adc]
Anak Penderita Kanker Tak Boleh Berhenti Bermimpi
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar