Laman

Sabtu, 29 Oktober 2016

Pebalap Indonesia Finish Pertama di Etape I

INILAHCOM, Kuningan - Dengan sangat meyakinkan, pebalap-pebalap muda sepeda Indonesia melibas sedikitnya 70  peserta lainnya dan masuk pertama kali ke garis finish pada etape pertama Tour de Linggarjati, Jum’at (28/10/16) petang.

Pada akhir balapan, pembalap KFC Cycling Team, Agung Ali Sahbana (28) berhasil menjadi juara. Berbekal waktu 2 jam 22.40 menit,  Agung berhak mengenakan seragam kuning tanda pimpinan balapan pada etape kedua. Tak hanya menyabet juara umum etape, Agung juga berhasil menjadi pebalap tercepat saat melewati rute tanjakan. Ia kemudian dinobatkan sebagai Raja Tanjakan.

“Pas kilometer 32 terasa berat terutama saat intermediate sprint. Tanjakannya sangat terjal tapi dengan modal keyakinan dan trik, akhirnya saya bisa lepas dari kilometer 32,” kata Agung.

Agung sudah memimpin balapan sejak awal. Ia berhasil mendominasi di depan dengan rekan setimnya, Jamal Hibatulah. Jamal berhasil memiliki catatan waktu yang sama dengan Agung dan berhak menempati posisi dua. Bagi Agung, rute balapan kali ini memang cukup menantang.  Banyaknya tanjakan dan tikungan. Terlebih lagi adanya hujan.

Balapan Tour de Linggarjati yang disupport Kemenpar ini di etape pertama memang sangat menantang sekaligus  menjadikan tontonan yang seru bagi warga Kuningan. Sepanjang  jalan melewati perbukitan yang pemandangannya bagus. Udaranya sejuk dan melewati bangunan bersejarah serta adanya kebun kopi yang khas dari Kuningan.

KFC Cycling Team memang tampil dominan pada balapan yang mengambil start di Jalan Siliwangi persis di depan Pandapa Kuningan. Tak hanya mengirimkan Agung ke podium. KFC Cycling Team juga berhasil menempatkan pebalap mereka di ajang sprint race yakni Muh. Imam Arifin yang menjadi pebalap tercepat di kategori intermediate sprint.

Menpar Arief Yahya yang diwakili Sesmen Ukus Kuswara berharap cuaca sepanjang etape berikutnya selalu cerah, sehingga memberi kesan yang dalam bagi peserta selama balapan. Mereka melihat kiri-kanan dengan alam yang hijau dan udara yang sejuk, itu semacam “bonus dibayar di muka” bagi tim sepeda dari mancanegara itu. “Selanjutnya, akan dilunasi jika mereka datang sebagai wisatawan. Bukan lagi sebagai atlet balap sepeda,” ujar Ukus Kuswara yang asli Cirebon itu. [*]


Pebalap Indonesia Finish Pertama di Etape I
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar