<B>INILAHCOM, Jakarta - Desainer Mel Ahyar menampilkan desain yang unik dalam setiap karya busananya. </B>
Kali ini dengan membawa fashion line HAPPA, HAPPA XY dan Mel Ahyar First, dia mengangkat tema Ono Niha. Koleksi busanannya kali ini terinspirasi dari Nias.
Sekitar 12 looks dia tampilkan di perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Warna - warna cerah dia pilih untuk mempresentasikan keindahan Nias. Mel Ahyar menggunakan warna merah, kuning, hitam, khas kain tenun Nias. Bahan yang dipilih pun adalah katut dan line.
Potongan untuk koleksi busananya kali ini adalah lebih mengacu kepada oversize dan A line.
"HAPPA terinspirasi dari culture di sini. Kali ini memang mau mengangkat dari kepulauan. Coba Sumatera, sebuah pulau Nias kecil," kata Mel Ahya di JFW 2017, Jakarta, Kamis (28/10/2016).
Untuk melahirkan koleksi busana, Mel Ahya tidak tanggung - tanggung untuk observasi dan belajar tentang kebudayaan Nias.
"Kami bertanya sama orang Nias langsung. Komunikasi, telepon dan merekan juga punya buku. Culture-nya, dengan ready to wear biar semua orang bisa pakai, tambahnya.
Untuk line HAPPA, Mel Ahyar berlokaborasi dengan penyanyi solo wanita, Andien. Dalam setiap koleksi busananya, Mel Ahyar dan Andien kerap menambahkan aksesoris di kepala. Warna yang ditampilkan pun cerah, salah satunya adalah merah.
Desain Mel Ahyar masuk dalam runway show yang bertajuk Gaia Hypothesia. Ini adalah persembahan dari tuan rumah Jakarta Fashion Week (JFW) 2017, Senayan City. Perlu diketahui, Senayan City sangat berkomitmen untuk memajukan industri fashion dalam negeri. Karena itu, Senayan City menggandeng desainer - desainer ternama yang memiliki karakter kuat budaya Indonesia yang dipersembahkan lewat koleksi busana.
Senayan City menggandeng dua desainer ternama Tanah Air. Mereka adalah Mel Ahyar dan Chitra Subiyakto. Mel Ahyar menampilkan tiga fashion line-nya, HAPPA, HAPPA XY, dan Mel Ahyar First. Kemudian, Chitra Subiyakto mengeluarkan koleksi Sejauh Mata Memandang.
"Gaia Hypothesia memiliki art mother earth. Kami menampilkan kolaborasi yang ikonik antara Senayan City dan fashion label ternama tersebut," papar Halina, Marketing Director Senayan City di JWF 2017.
Untuk koleksi Sejauh Mata Memandang, Chitra mengungkapkan karyanya terinspirasi dari keindahan Candi Borobudur. Ini sangat terlihat dari motif - motif yang dia terapkan dalam setiap kain.
"Tetap masih menggunakan teknik ikat dan mengangkat busana - busana khas daerah seperti kemben, baju bodo, dan lainnya. Warna lebih kalem untuk koleksi ini, ada putih, hitam, tidak terlalu mengambil warna yang terang," ungkap Chitra.
Mel Ahyar dan Chitra Pamerkan Busana Ikonik
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar