INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Zudan Arif Fakrulloh mengajak kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk berani berinovasi dan keluar dari zona nyaman dengan memanfaatkan teknologi informasi.
"Bertemu muka, memberi peluang bagi pemohon jasa layanan untuk menyuap pelayan publik agar mendapat privelege atau keistimewaan tertentu. Karena itu manfaatkan sistem online, dan sesedikit mungkin melakukan tatap muka," kata Zudan di Jakarta, kemarin. Zudan mendorong ASN membangun zona nyaman baru, dan meninggalkan pola kerja manual menuju era digitalisasi.
Ia mencontohkan di jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di seluruh Indonesia yang sudah mewujudkan layanan online demi pelayanan masyarakat yang semakin baik, cepat dan bebas pungli.
Senada dengan Zudan, pakar komunikasi politik dari Universitas Bengkulu Lely Arrianie menilai, tidak mudah bagi pemerintah saat ini memutus rantai birokrasi berbasis sumber daya manusia menjadi ke teknologi. "Saya kira ini tidak mudah. Bahkan, hal itu pun sulit dilakukan pemerintahan sebelum Joko Widodo (Jokowi)," katanya.
Namun demikian, Lely memandang langkah penanaman ilmu berbasis elektronik bisa saja dilakukan. Sebab, saat ini upaya pemerintah dalam menata PNS sudah mulai terlihat sedikit demi sedikit.
Pemerintah memang ingin mewujudkan pemerintahan berbasis elektronik. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur bahkan menyampaikan pemerintah saat ini sedang menyusun program-program pelatihan bagi seluruh PNS, yang difokuskan pada peningkatan kemampuan PNS di bidang teknologi informasi (IT).
Menurut Asman, penerapan e-government tidak dapat dihindari, mengingat perkembangan IT dan telekomunikasi berpengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan secara signifikan. Untuk itu, sektor birokrasi memerlukan SDM yang mendukung program pemerintah tersebut. [*]
Korpri Ajak ASN ke Zona Nyaman Baru Menuju Digital
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar