INILAHCOM, Jakarta - Mengajak anak untuk bergerak adalah salah satu cara mengatasi masalah obesitas. Ini sangat penting dilakukan agar tubuh anak tidak mengalami metabolisme yang buruk.
Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi masalah kesehatan global. Setelah dianggap menjadi masalah negara berpenghasilan tinggi, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas kini meningkat di negara - negara berpenghasilan rendah dan menengah, kususnya di daerah perkotaan.
Angka kejadian obesitas di dunia meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1980.Pada tahun 2014, terdapat sebanyak 41 juta anak mengalami berat badan berlebih dan obesitas. Sementara itu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, ada sebanyak 18,8 persen anak usia 5 - 12 tahun mengalami kelebihan berat. Kemudian sekitar 10, 8 persen menderita obesitas.
Menurut data dari Riskesdas 2013 menjelaskan prevalensi obesitas pada anak yang disertai dengan komorbiditas erat kaitannya dengan kejadian obesitas pada orang tua.
Obesitas memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak terutama dalam aspek organik dan psikososial. Obesitas pada anak berisiko tinggi menjadi obesitas pada masa dewasa dan berpotensi mengalami berbagai penyebab penyakit dan kematian.
Untuk mengatasi masalah obesitas pada anak, orangtua sangat berperan penting. Karena itu, menurut Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes pengurus dewan pimpinan pusat persatuan ahli gizi menjelaskan orangtua harus menjadi role model atau sosok yang bisa mencotohkan kebiasaan olahraga pada anak.
"Kita harus bantu anak untuk bergerak. Kita pacu anak bergerak sebanyak - banyaknya. Anak tidak mungkin bergerak jika orangtuanya hanya diam saja. Model orangtua, model pengasuhnya juga sangat berperan penting dalam hal ini," kata Rita Ramayulis saat ditemui di acara Hari Obesitas Sedunia di kantor Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (31/10/2016).
Masih menurutnya, kesalah yang ada selama ini adalah karena orangtua tidak mencontohkan dengan baik pada anaknya. Dia menambahkan, orangtua tidak menjadi role model yang baik bagi anaknya.
"Jadi, orangtua hanya memerintahkan anak untuk olahraga tetapi orangtua tua tidak mencontohkan. Mulailah dengan melakukan hal kecil. Misalnya ajak anak bergerak setelah dia makan," tambahnya.
Jangan Malas Ajak Anak Bergerak
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar