Laman

Rabu, 19 Oktober 2016

Harga Singkong Jatuh Petani Lampung Rugi Triliunan

INILAHCOM, Bandar Lampung - Harga singkong di tingkat petani jatuh dari Rp1.100 per kilogram ke Rp500 per kilogram dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, petani singkong di Lampung merugi sampai triliunan rupiah.

Kejatuhan disebabkan masuknya tepung tapioka dari Vietnam yang lebih murah. Produk tapioka dalam negeri kalah bersaing dan babak belur. "Ini dampak perdagangan global," kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, kemarin.

Pemprov Lampung adalah produsen singkong terbesar di Indonesia. Tahun 2014, produksi buki kayu mecapai 8,3 juta ton. Tahun 2015 turun menjadi 7,4 juta ton. Semester pertama 2016, produksi naik lagi menjadi 7,8 juta ton. Seiring kejatuhan harga, produksi singkong turun ke menjadi 6,5 juta ton. "Kami berusaha mengatasinya dengan berbagai cara, dan terus berusaha agar harga singkong membaik," ungkapnya

Ia menyarankan, jika tetap ingin menanam singkong, petani agar menggunakan pola tumpang sari dengan jagung. "Peralihan dari satu ke lain komoditas tidak melanggar aturan, dan sesuai UU No 12 tahun 1992 tentang budidaya tanaman. Petani di lahan kering diperbolehkan beralih ke komoditas yang lebih menguntungkan," ungkap Ridho. Apalagi harga jagung relatif masih tinggi dan mendukung komitmen pemerintah untuk tidak impor.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Lampung Lana Rekyanti mengatakan saran Gubernur Ridho sangat masuk akal mengingat kebutuhan jagung tinggi. Ia juga mengatakan menanam jagung lebih menguntungkan karena pemerintah membantu penyedian benih. "Pemerintah juga mengatur soal harga, karena Indonesia sedang berusaha swasembada jagung," demikian Lana.

Pemerintah Provinsi Lampung, menurut Lana, telah menandatangani kerja sama dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk menampung jagung petani. Berdasarkan kesepakatan itu, jagung dengan kadar air 15 persen akan dibeli dengan harga Rp 3.150 per kilogram.

"Harga singkong belum diatur pemerintah, harga jagung sudah diatur. Jadi menanam jagung lebih menguntungkan karena pabrik pakan butuh jagung dalam jumlah banyak," ungkap Lana.

Berdasarkan kesepakatan dengan GMPT, kata Lana, Lampung menyiapkan lahan sekitar 11.000 hektar untuk penanaman jagung. Lampung juga menargetkan swasembada jagung tercapai tahun 2017. Di tingkat nasional, swasembada jagung diharapkan tercapai tahun 2018. [*]


Harga Singkong Jatuh Petani Lampung Rugi Triliunan
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar