INILAHCOM, Jakarta - Bateeq mengangkat tema "Catena" dalam penampilannya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Penasaran seperti apa?
Tema "Catena" dapat diartikan sebagai mata rantai, kontinuitas atau putaran. Hal tersebut seperti benda - benda yang ada di alam yaitu air, tanah, makhluk hidup, udara, dan lainnya. Hal ini juga dapat berubah bentuk baik secara langsung maupun tidak.
Elemen tersebut akan tetap ada dengan bentuk yang berbeda meskipun terjadi perubahan yang terus menerus dan menjadi sebuah mata rantai.
Untuak koleksi Spring Summer 2017 yang ditampilkan di JFW, baru - baru ini, terinspirasi dari tiga motif batik diantaranya, motif salur, kembang kanthil, dan fajar menyingsing.
Motif Salur bermakna memperbaiki suatu hal agar lebih baik lagi, teratur, dan seimbang. Motif kembang kanthil bermakna walaupun si pemakai sewangi dan seindah seperti bermekarannya bunga kanthil, tetapi dia hars tetap merunduk atau sederhana dalam kehidupannya sehari - hari.
Motif fajar menyingsing yang berarti warna - warninya menggambarkan harapan dan keceriaan. Bahan yang dipilih pada koleksi kali adalah sangat beragam. Mulai dari material natural, seperti katun untuk popelin dan jersey, semi natural, seperti tencel, modal dan viscose digunakan untuk kain dobby dan twill, serta bahan sintetik seperti polyester untuk satin, organza, dan lainnya.
Bateeq Angkat Unsur Alam Dalam Balutan Busana
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar