Laman

Jumat, 21 Oktober 2016

Bank Dunia Dukung Infrastruktur Tiga Bali Baru

INILAHCOM, Jakarta - Tiga dari 10 Bali Baru atau destinasi prioritas bakal mendapat dukungan infrastruktur dari Bank Dunia. Ketiganya adalah kawasan Danau Toba Sumatera Utara, Borobudur Joglosemar dan Mandalika Lombok, NTB.

Wapres Jusuf Kalla membahas rencana skema bantuan Bank Dunia tersebut untuk percepatan pembangunan infrastruktur menuju ke destinas kelas dunia itu. "OK, bagus, progress yang dipaparkan sudah memuaskan, tinggal implementasi di lapangan!" sebut Pak JK panggilan akrab Jusuf Kalla di Media Sosial.

Orang nomor dua di Republik ini berharap infrastruktur pendukung pariwisata segera dikerjakan, agar sektor ini segera bisa membangun deatinasi yang kuat untuk wisatawan.

Rapat Tim Koordinasi Pembangunan Pariwisata Lintas Sektor di kantor Wapres, 21 Oktober 2016 itu juga dihadiri Mr. Rodrigo, Kepala Perwakilan World Bank untuk Indonesia. Di forum itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan soal  Single Vision and Framework untuk 3 Destinasi Pariwisata Prioritas.

"Apapun yang dibangun Kemen PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) pokoknya harus sesuai dengan masterplan. Koordinasikan ke Kemenpar dan bangun sesuai kebutuhannya!," ucap JK.

Paparan dilanjutkan oleh  Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartanto soal rencana "Masterplan dan Development Plan Destination Infrastructure."  Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BKPM Thomas Lembong, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menteri PUPR diwakili Sri Hartono, Dirjen Cipta Karya, Rido Matari, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) KemenPUPR. Sedangkan Kepala Bappenas diwakili oleh Kennedy Simanjuntak, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan.

"Program Pembangunan tiga Destinasi Pariwisata Prioritas itu sudah akan dimulai pada Januari 2017 dengan pendanaan dari APBN, APBD I, dan APBD II sekitar Rp1 triliun. Secara paralel, program melaksanakan penguatan visi dan kerangka pengembangan 3 Destinasi Pariwisata  Prioritas (Agustus-November 2016; Kementerian Pariwisata)," kata Arief Yahya.

Lalu, penyusunan Integrated Tourism Master Plan (mulai Februari 2017; Kementerian PUPR, di bawah arahan Tim Koordinasi), yang akan menjadi panduan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018.

Dukungan World Bank, kata dia, berupa pencairan dana Project Preparation Fund (PPF) sekitar US$6 juta  dilakukan per Januari 2017. Loan signing sekitar US$200 juta dilakukan per-Juni 2017, dan Pinjaman Efektif per-Juli 2017.

Konkretnya, bagi Danau Toba atraksinya akan direstorasi lingkungan danau, penyusunan portofolio atraksi sejarah dan budaya, taman bunga, dan skema investasi dan PTSP Pembentukan KEK Pariwisata. Aksesnya: pembangunan tol Kuala Namu Parapat 160.5 km, perpanjangan landasan Bandara Silangit yang masih 2.400x30 meter menjadi 2.650 meter lebar 45 meter, dan Sibisa yang masih 750x23 meter. Rehabilitasi Dermaga Eksisting (Mogang Palipi, Meat, Simanindo, Tiga Ras, P.Sibandang) dan Pembangunan Jembatan Tano Ponggol.

Di Joglosemar Borobudur Jateng, akan dikerjakan atraksi Kota Lama Semarang, Sangiran. Aksesnya, percepatan bandara Kulonprogo, tol Bawen Solo, dan Infrastruktur untuk Bandara Adi Sumarno. Juga pembangunan 1.000 homestay, pembentukan Badan Otorita Pariwisata Joglosemar dan Borobudur Street Market. [*]


Bank Dunia Dukung Infrastruktur Tiga Bali Baru
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar