Laman

Sabtu, 17 September 2016

Warga Wakatobi Gelar Festival Barata Kahedupa 2016

Perayaan peristiwa penting kehidupan mulai dari anak-anak hingga ke jenjang pernikahan adalah inti dari hajatan akbar tahunan tersebut.

Ditetapkan sebagai taman nasional khusus konservasi laut Indonesia pada 1996, keindahan Wakatobi memang memukau khalayak luas. Namun, pesona kabupaten Provinsi Sulawesi Tenggara ini tak berhenti sampai disitu. Kesenian tradisional berupa tarian dan permainan rakyat, serta pameran kuliner maupun produk lokal berupa tenun dan kerajinan akan meriahkan gelaran akbar pesta budaya tahunan Festival Barata Kahedupa 2016.

Berlokasi di Pulau Kaledupa, festival ini akan diselenggarakan pada 17 hingga 24 September mendatang. Festival Barata Kahedupa sendiri adalah bagian dari rangkaian festival di Wakatobi, termasuk festival tahunan Wakatobi WAVE (Wonderful Festival and Expo) yang diadakan setiap November di Pulau Wangi-Wangi.

“Karia” yang berarti kemeriahan adalah istilah untuk inti acara adat masyarakat pulau ini. Karia adalah perlambang merayakan peristiwa penting tahap kehidupan manusia mulai dari aqiqah untuk anak-anak, masa transisi dari remaja hingga dewasa, dan jenjang pernikahan. Istimewanya, tahun ini Anda bisa menyaksikan seluruh prosesi adat transisi dari remaja ke dewasa secara lengkap. Uniknya lagi, tabuhan suara genderang yang ditempatkan di rumah penyelenggara tiap pagi dan sore akan menemani anda mulai awal hingga hari terakhir Karia.

Anak-anak serta remaja putra dan putri yang belum menikah dari seluruh penjuru Kaledupa adalah peserta Karia. Penyerahan hasil bumi seperti jagung, umbi-umbian dan kelapa sesuai jumlah yang ditentukan oleh Sara, lembaga adat setempat adalah tahapan awal prosesi tersebut. Ini disebut dengan pendaftaran. Hasil bumi yang diserahkan, nantinya akan digunakan masyarakat sebagai perjamuan selama acara berlangsung.

Khusus para remaja putri, mereka akan dipingit selama beberapa hari sebagai tanda peralihan usia remaja ke dewasa. Selama pingitan tak hanya pesan penting serta pelajaran seluk-beluk dunia wanita yang diberikan tetapi juga perawatan kecantikan khusus. Prosesi penting ini disebut “Sombo”. Sebelum dan setelah prosesi mandi Sombo, sejumlah doa dipanjatkan agar para remaja putri ini mendapat kebaikan dan kelancaran dimasa depan.

Menampilkan Festival Barata Kahedupa.gif

17 hingga 18 September dijadikan puncak Festival Barata Kahedupa 2016. Bedanya pada tanggal 17 peserta putra akan diarak dari masjid menuju lokasi Karia yang biasanya dilangsungkan di lapangan terbuka. Arak-arakan ini diberi nama Henauka Nu Mo’ane.

Sedangkan keesokannya para putrilah bergantian untuk diarak, namun dengan menggunakan tandu dari rumah masing-masing menuju lokasi Karia dengan iringan nyanyian dan tarian. Proses ini disebut Henauka Nu Wowine. Saat puncak festival, anda bisa melihat indahnya baju tradisional beserta pernak-perniknya yang dipakai seluruh peserta Karia.

Rambut para remaja putripun dihiasi dengan mahkota keemasan dengan hiasan bunga diatasnya, sehingga kecantikan alami mereka kian terpancar. Disinilah mereka pertama kali menginjak tanah selepas masa pingitan atau Sombo.

Porimbi-rimbia juga merupakan rangkaian prosesi adat Karia yang patut disaksikan. Dalam Porimbi-rimbia, para remaja putra dan putri memasuki masa penjajakan sebelum akhirnya dijodohkan. Orang tua remaja putra akan melamar pihak keluarga putri diikuti dengan parade rumah-rumahan berisi makanan lokal, uang dan hasil bumi. Perjodohan ini dapat berlanjut hingga dewasa atau bahkan tidak sama sekali, karena prosesi ini tidak mengikat.

Menandai berakhirnya Karia pada 23 dan 24 September akan dihelat prosesi Hebangka-bangka. Dalam Hebangka-Bangka akan dilakukan pelarungan makanan tradisional yang disebut “Harua” diatas kapal-kapal miniature khas Wakatobi. Ini melambangkan melepas semua hal yang kurang baik selama masa Karia.

Festival Barata Kahedupa digagas oleh para tetua dan tokoh adat Pulau Kaledupa dengan tujuan untuk melestarikan budaya setempat. Festival tahunan ini sendiri dikoordinir oleh Kaledupa Island Tourism Group yang juga merupakan lembaga pengelola pariwisata disini. Yuk, hidupkan kembali budaya Wakatobi dengan bergabung di festival ini![adv]


Warga Wakatobi Gelar Festival Barata Kahedupa 2016
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar