Laman

Kamis, 29 September 2016

Plataran Lharmonie, 100 Top Destinasi Hijau Dunia

INILAHCOM, Jakarta - Di Hari Pariwisata Dunia “The Tourism Day” 27 September 2016, Plataran L’harmonie Menjangan Bali dan Misool Radja Ampat dinobatkan sebagai 100 top destinasi hijau dunia, dalam sebuah acara Global Green Destination Day di Ljubljana, Slovenia.

“Dengan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu destinasi hijau pariwisata, itu konfirmasi bahwa pariwisata Indonesia diperhitungkan secara global,” jelas David Makes, dari PT Trimbawan Swastama Sejati, yang membawa sukses Plataran L’harmonie Menjangan dan mewakili Indonesia di ajang ini.

Ke depan, lanjut David yang juga Ketua Tim Percepatan Ecotourism Kemenpar itu, pengembangannya diharapkan menjadi sebuah destinasi hijau. “Sehingga moto Kementerian Pariwisata Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan betul-betul konkret,” ungkapnya.

Pemilihan 100 destinasi dunia dari 46 negara termasuk Indonesia itu cukup membanggakan. Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sangat konsen dengan eco tourism. Menurut Menpar, nature harus dijaga, dipertahankan, dan dilestarikan. Di hampir semua destinasi yang menonjolkan nature, dia selalu berpesan agar konservasi terus dijaga.

“Kalau ada potensi terumbu karang, jangan pernah dirusak, karena itu hanya akan menghancurkan masa depan Anda,” kata Arief Yahya. Dia mencontohkan di Mandeh, Sumatera Barat. Dulu orang Carocok, Pesisir Selatan, Sumbar, bermata pencaharian sebagai nelayan. Menangkap ikan, dan bahkan mengambil terumbu karang untuk dijual.

“Satu hari mereka hanya mendapatkan income Rp50 ribu. Sekarang, mereka berubah menjadi destinasi wisata, mereka menjaga terumbu karang dan ikan yang ada di dalamnya. Pendapatannya naik, menjadi Rp225 ribu per hari. Itu contoh, bahwa semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata dia.

Plataran L’harmonie Menjangan berada sekitar 4 kilometer masuk hutan dari Jalan Raya Gilimanuk-Buleleng. Konstruksi jalannya mempertahankan makadam atau bebatuan yang ditata tanpa aspal ataupun cor beton. Kecepatan kendaraan tidak boleh lebih dari 10 km/jam. Papan petunjuknya serba berbahan kayu dan artistik.

Kalau nasib sedang mujur, bisa bertemu menjangan bercula panjang, atau sekumpulan monyet. Anda tidak boleh berburu, memancing sembarangan, apalagi memotong pohon-pohonan di sana. Resort dengan bangunan yang “nangkring” di atas tanah itu menggunakan tagline, Integrated Eco Nature Development Park, yang dibangun di dalam Taman Nasional Bali Barat.

Ada The Octagon di lantai tiga, yang bisa memandang panorama sun set, open space, sambil menikmati secangkir kopi panas. Khas Plataran Group, memang menampilkan dekorasi koleksi barang-barang antik, di Bali itu juga akan Anda temukan lonceng raksasa dari Nederland, yang dipajang di lobi resto. Tembok-temboknya juga memanfaatkan bekas-bekas batu karang yang ditata rapi dan nyaman dipandang mata. [*]


Plataran Lharmonie, 100 Top Destinasi Hijau Dunia
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar