Laman

Jumat, 09 September 2016

Menpar Puji Manajemen Angkasa Pura I

INILAHCOM, Jakarta - Menpar Arief Yahya terkesan dan usaha manajemen PT Angkasa Pura (AP I), membawahi bandara-bandara di Indonesia Tengah dan Timur yang memberikan sentuhan pariwisata dalam mendesain bandaranya.

“Bandara itu menjadi wajah Indonesia. Di bandaralah first impression bagi wisatawan mancanegara (wisman) itu didapat, begitu mendarat ke Tanah Air. AP I merias muka dengan menciptakan atmosfer yang kaya sentuhan destinasi,” puji Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Menpar mencatat ada program berkelanjutan yang dinamai “Collaborative Destination Development (CDD)” di hampir semua bandara. Nuansanya promosi Wonderful Indonesia di banyak lokasi, dengan mengeksplorasi destinasi yang berada di kawasan tersebut. “Tourism itu nomor satu, disusul dengan Trade dan Investment. Disingkat TTI, tourism dulu, baru orang bisa trading, lalu ujungnya berani investment,” kata Arif Yahya.

Contohnya di Sam Ratulangi Airport, 27 Agustus 2016, ada program CDD. Lalu dilanjut dengan lomba lari dengan tittle: Airport Running Series Manado, 19 Maret 2016. Sama juga yang dilakukan di Solo. Diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama para stakeholder di Adi Sumarmo Airport, 20 Desember 2005. Juga di Lombok Mataram, 10 Desember 2015, dilanjut dengan Mataram Airport Running Series.

Begitu juga di Kupang NTT, collaboration 17 Februari 2016 dan Kupang Airport Running Series 13 Februari 2016. Program yang sama juga dilakukan di Ambon, 26 Juli 2016. AP I juga mensupport Jazz Bromo 19-20 Agustus 2016, dan Summer Jazz Ijen Banyuwangi 30 Juli, 10 September dan 22 Oktober 2016. “Sentuhannya sangat pariwisata, terima kasih,” ucap Arief Yahya.

Pujian Arief Yahya lainnya adalah semangat AP 1 menyiapkan booth di satu sudut di bandara Tourism Information Center (TIC). Tempat menaruh brosur, tempat bertanya pada petugas tentang Pariwisata di kota itu. Kotak TIC ini ada di I Gusti Ngurah Rai Airport Bali, Juanda Airport Surabaya, Sam Ratulangi Airport, Sultan Hasanuddin Airport Makassar, El Tari Airport Kupang, dan Adi Sucipto Airport Jogjakarta, Bandara International Lombok, Pattimura Airport Ambon, SAMS Sepinggan Airport Balikpapan, dan Syamsuddin Noor Airport Banjarmasin.

 “Mereka juga menggelar pemilihan Putri Bandara, lalu dikarantina untuk memberi bekal ilmu tourism. Lalu tugasnya stay di TIC di Bandara. Ini luar biasa keren!” puji Arief Yahya.

Pujian lainnya adalah antisipasi membangun bandara dan terminal baru dengan kapasitas besar, seperti di Surabaya, Jogjakarta, Semarang, Banjarmasin. Dia mencontohkan Manado, yang bakal menjadi HUB Indonesia Utara. “Kalau mau membangun, pastikan untuk kepentingan minimal 50 tahun ke depan. Jangan nanggung dan kerja dua kali,” kata Arief.

Direktur Utama AP I Sulistyo Wimbo S Hardjito menjelaskan, pihaknya sudah merealisasikan 24 jam di Manado, dan hasilnya cukup bagus. Dia berencana menambah jam operasi di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta yang memang sudah overload. “Kami mengelola bandara itu customize, sesuai keinginan customers,” sebut Wimbo. [*]                      


Menpar Puji Manajemen Angkasa Pura I
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar