Laman

Jumat, 30 September 2016

Menpar Dorong Wisudawan STP Berwirausaha

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Pariwisata Arief Yahya bangga dengan reputasi “zero unemployment” lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali. Dari 603 lulusan yang diwisuda, 230 atau 38,14% di antaranya sudah bekerja di industri Pariwisata. Sisanya, hampir pasti terserap di dunia kepariwisataan.

Menpar mengatakan, terserap ke bursa lapangan kerja merupakan prestasi bagus, yang harus dipertahankan. Bahkan dinaikkan persentasenya. “Namun akan istimewa jika 10% dari lulusan STPNDB ini menjadi entrepreneur, berwirausaha,” kata Arief Yahya saat wisuda lulusan STP Nusa Dua, di Gedung Joop Ave, Bali, Kamis (29/9/2016).

Menjadi entrepreneur di sektor pariwisata itu, lanjut dia, bisa menaikkan remunerasi atau pendapatan mereka. Juga bisa mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru, yang menjadi salah satu concern pemerintah. “Saya akan bantu, mencarikan jalan keluar, jika problemnya terkait dengan akses ke lembaga perbankan untuk modal,” kata Arief Yahya.

Mengapa harus berani mengambil risiko sebagai entrepreneur? Pertama, pemerintah semakin jelas dan tegas arah kebijakannya, yakni mendorong pariwisata sebagai sektor prioritas. Karena itu, ke depan industri yang terkait dengan sektor ini, akan mendapat angin untuk tumbuh berkembang lebih pesat. “Ini momentum yang tepat untuk berwirausaha. Kalau dulu orang menyebut industri itu ada migas dan non migas, kelak akan menjadi Pariwisata dan non pariwisata,” ungkapnya.

Kedua, pariwisata masuk dalam kategori cultural industry, yang ke depan bakal menjadi primadona di gelombang keempat revolusi industri. Gelombang pertama, era agriculture atau pertanian. Lalu gelombang kedua, manufacturing, pabrik, mekanisasi. Gelombang ketiga teknologi informasi. “Sekarang kita sudah memasuki gelombang keempat, creative industry. Pariwisata berada di sini,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Ketiga, Menpar mengingatkan bahwa dalam era persaingan SDM ke depan itu, siapa yang cepat akan menyalip yang lambat, bukan yang besar mengalahkan yang kecil. Karena itu, persiapkan diri dengan go digital dan technology friendly. “Jika ingin bersaing di pasar global, gunakan selalu global standart. Bangsa kita mampu dan bisa bersaing di sana,” sebut Arief Yahya yang didampingi Deputi Kelembagaan dan SDM Prof Ahman Sya itu.

Di Wisuda XXII itu, selain mengantongi ijazah, para wisudawan dan wisudawati juga memperoleh sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Pihak Pertama (LSP P1) STP Nusa Dua Bali. Sertifikat itulah yang penting sebagai jaminan kepada pengguna tentang kemampuan dan kompentensi mereka.

Ketua STP Nusa Dua Bali, DGN Byomantara menjelaskan, terserapnya lulusan di pasar tenaga kerja pariwisata di luar negeri membuktikan bahwa kualitas lulusan STP Nusa Dua Bali memiliki daya saing secara internasional. Institusi ini telah disejajarkan dengan lembaga pendidikan kelas dunia melalui akreditasi Tedqual oleh Themis Foundation UNWTO.

“Pengakuan dunia juga diberikan City and Guilds London. STP Nusa Dua Bali telah menjadi City and Guilds Centre yang dapat melaksanakan sertifikasi kualifikasi yang diakui di Eropa dan Australia,” kata Byomantara. [*]


Menpar Dorong Wisudawan STP Berwirausaha
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar