Laman

Minggu, 04 September 2016

Menpar Apresiasi Progres KEK Tanjung Kelayang

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Bupati Belitung Sahani Saleh dan warganya serta konsorsium Belitung Maritime Silk Road yang bergerak cepat mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang.

"Masyarakat pasti happy, karena mereka langsung mendapatkan benefit dari services pariwisata," kata Arief Yahya, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin. Program homestay yang MoU nya sudah diteken bersama BTN dan Gubernur Babel Rustam Efendi menjadi kunci, agar community developmentnya mulai dilakukan.

Bagi Menpar, komunitas merupakan bagian dari ekosistem yang sangat penting. Budaya, adat istiadat, kuliner, kesenian adalah aset yang bukan hanya indah sebagai cultural value, tetapi juga menaikkan nilai atraksi kawasan destinasi tersebut. "Ingat 60% wisman itu masuk ke Indonesia karena alasan cultural, sisanya 35% nature dan 5% man made. Dan masyarakat akan percaya jika memperoleh benefit langsung. Seeing is believing!" ungkapnya.

Business atau private sector juga langsung bergerak cepat. Selain mereka yang mengerjakan amenitas seperti hotel, convention, resort, restoran, coffee, dan lainnya juga mereka yang bermain di airlines. Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya Air sudah berkomitmen mengangkut lebih banyak orang ke Belitung. "Saya melihat atmosfernya sangat bergairah di sini," ujar Arief.

Konsorsium Belitung Maritime itu sendiri terdiri dari PT Belitung Pantai Intan (Belpi), PT Buki Belitung Indah, PT Nusa Kukila, PT Tanjung Kasuarina, dan PT Sentra Gita Nusantara. Mereka berada di bawah bendera Dharmawangsa Group. Tahap I pembangunan setelah Ground Breaking pada 2 September adalah membangun The Kapitein House, dengan 98 kamar hotel, 30 vila dengan target beroperasi 17 Agustus 2018.

Gubernur Rustam Effendy menyebut, konsorsium bersama Dharmawangsa Group itu bergerak cepat. Tahap I, dari 324.4 hektar itu sudah mulai groundbreaking di Tanjung Binga. Pemda terus melengkapi fasilitas publik yang masih di bawah kapasitas, seperti infrastruktur jalan, listrik, air dan telekomunikasi. "Kami juga sedang mengusulkan kepada Menpar untuk membangun KEK Pariwisata lagi di Bangka. Kami sudah menyiapkan lahan 1.337 hektar lebih di sana," ungkap Gubernur Rustam Effendy.

Gubernur sudah mempresentasikan potensi Bangka yang akan diusulkan sebagai KEK Pariwisata itu. Baginya, pertambangan timah sudah berakhir dan cenderung merusak lingkungan. Dia selalu perpegang pada prinsip Menpar soal sustainable tourism development. Yakni harus memperhitungkan Cultural, Environment, Economic Value. [*]


Menpar Apresiasi Progres KEK Tanjung Kelayang
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar