Laman

Jumat, 23 September 2016

Baidu Maps, Solusi Problem Bahasa Wisman Tiongkok

INILAHCOM, Jakarta - Bahasa menjadi tantangan paling mendesak bagi Kementerian Pariwisata untuk menarik turis Tiongkok ke tanah air. Ketika volume arus wisman Tiongkok ke Tanah Air mulai melimpah, problem itu semakin kelihatan nyata.

Jumlah tour guide Mandarin kurang, interpreter kurang, petugas hotel, bandara, restoran, pelayan toko, jasa transportasi, semua serba terbatas. Sedangkan belajar bahasa Mandarin, butuh waktu lama. "Baidu rupanya punya solusi bagus. Mereka buat Baidu Maps, semacam Google Maps-nya Tiongkok yang detail dan presisi," sebut Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Beijing, kemarin.

Baidu Maps yang di layar ditandai dengan tulisan "Du" bersifat interaktif. Tidak harus mengetik kata-kata ke websitenya, tetapi bisa via voice atau suara. Aktifkan aplikasi recordernya, tinggal sebut sesuatu. Baidu dengan segala keunggulannya, menampilkan dengan cepat apa saja yang kita cari.

"Teknologi bisa melayani kebutuhan yang amat personal, yakni bahasa," kata Mantan Dirut PT Tekom yang sering menyebut More Digital More Personal, More Digital More Global, More digital more professional.

Mereka juga punya teknologi translate yang mirip aplikasi yang disediakan Google Translate. Bisa diketik, bisa suara, bisa discan atau difoto, yang langsung dialih bahasakan. Aplikasi translate dan maps itu benar-benar menerobos barikade persoalan bahasa yang kerap membuat turis tidak punya nyali untuk eksplorasi alam dan budaya di setiap destinasi.

"Ini momentum Go Digital, dan Kemenpar serius mendigitalisasi di semua lini. Membangun hardwere itu butuh waktu panjang, kami fokus menuntaskan yang bisa menjadi quick win, yakni menyiapkan softwere dan teknologinya, sambil membangun infrastruktur prioritas," jelas Arief Yahya sesaat setelah bertemu tim manajemen Baidu di Beijing.

Tim Baidu sendiri dipimpin Direktur Richard Lee, dengan timnya lengkap, Li Yang, Global Baidu Maps Senior Manager, Yu Dang En, Global Baidu Maps, Chen Ni dan Liu Jian, Baidu Nuomi’s Travel Vice GM, Ken Tao, Indonesia’s local office representative, dan beberapa staf yang menyiapkan berbagai presentasi.

Sedangkan Menpar Arief Yahya didampingi Staf Khusus Bidang IT Samsriyono Nugroho, Staf Khusus Bidang Media dan Komunikasi Muh Noer Sadono, Sesdep Ni Wayan Giri Adnyani dan beberapa staf seperti Martini M Paham, dan Sespri Menpar Teguh S. "Kami juga lagi desain untuk koneksi Baidu Travel dengan Indonesia Travel X-Change (ITX) digital market place nya Indonesia untuk joint," kata Samsriyono, Stafsus IT yang membantu menata digitalisasi di Kemenpar itu. [*]


Baidu Maps, Solusi Problem Bahasa Wisman Tiongkok
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar