INILAH.COM, Jakarta-Kepulauan Togean yang berada di wilayah Sulawesi Tengah menghelat acara bertajuk Festival Pesona Bahari Togean 2016. Acara ini menyuguhkan beragam destinasi wisata menarik.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H Sudarto mengatakan, kegiatan Pesona Bahari Kepulauan Togean 2016 merupakan upaya untuk mempromosikan Kepulauan Togean yang memiliki keindahan pantai dan bawah laut, serta flora dan fauna langka.
"Kami sangat berterima kasih dengan adanya dukungan Kementerian Pariwisata, akhirnya Festival Pesona Bahari Kepulauan Togean dapat terlaksana. Karena memang dari sekian ratus pulau yang ada di Sulteng Kepulauan Togean menjadi andalan bagi kami di sini. Potensi bahari merupakan potensi yang luarbiasa yang kita miliki," kata Sudarto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/8/2016).
Salah satu yang menarik adalah Jelajah Togean yang mengenalkan keindahan beragam pulau dan daya tarik Taman Nasional Kepulauan Togean dengan gugusan puluhan pulau-pulau kecil memukau melintang di tengah Teluk Tomini.
Dalam festival ini pengunjung akan diajak menghampiri beberapa pulau yang lekat dengan budaya suku Bajo. Pulau-pulau yang memiliki daya tarik diantaranya adalah Pulau Kabalutan, Pulau Papan, Pulau Kadidiri, Pulau Siatu, Pulau Taupan, Pangempa Bolilanga, Kulingkinari, California, Pantai Karina, Jellyfish, serta Mangrove Lembanato.
Jelajah Togean merupakan rangkaian dari festival tersebut. Selain Jelajah Togean terdapat juga beragam acara lain, seperti Rally Photo Togean, beragam acara seni dan budaya, serta aneka lomba menarik. Acara berlangsung pada 27-31 Agustus 2016 dan mengambil tempat di beberapa lokasi di Kepulauan Togean.
Untuk Rally Photo Togean berlangsung dari tanggal 27-31 Agustus 2016. Peserta akan diajak untuk menjelajahi dan menguak keindahan Kepulauan Togean untuk diperkenalkan kepada masyarakat. Lomba photo ini menghadirkan tiga dewan juri yakni, Marrysa Tunjung Sari (Linkers Citilink Inflight Magazine), Didi Kaspi Kasim (NatGeo Indonesia), dan Arbain Rambey (Photographer). Lomba photo tersebut berhadiah Rp. 36 juta.
Sementara itu, menurut Kasim Muslaini, Kepala Dinas Pariwisata Tojo Una Una, Festival Togean juga dimanfaatkan Pemda untuk mengkampanyekan anti pengeboman ikan di perairan Kepulauan Togaen.
"Lewat kegiatan festival Togean, kita gunakan untuk mengingatkan masyarakat agar sadar dengan begitu banyaknya kerusakan di wilayah perairan kita yang dilakukan oleh oknum dengan melakukan pengeboman ikan secara ilegal. Kami juga mengajak masyarakat Kepulauan Togean untuk bersama-sama menjaga ekosistem bawa laut yang dimiliki Kabupaten Tojo Una Una," papar Kasim. [adc]
Pesona Bahari Togean Suguhkan Beragam Destinasi
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar