Laman

Selasa, 02 Agustus 2016

Nidji Ingatkan Pesona Belitung di George Town Fest

INILAHCOM, Penang - Penampilan Grup Band Nidji di George Town Festival, Penang, Malaysia berhasil memuaskan ribuan penonton. Apalagi saat melantunkan lagu Laskar Pelangi dengan versi reggae, penonton pun seperti terhipnotis.

Hingga pukul 00.00, tak ada satupun penonton yang beranjak pulang. Semua setia menyaksikan Nidji hingga hari berganti dari Sabtu (30/7/2016) menjadi Minggu (31/7/2016). Bayang-bayang para tokoh di film Laskar Pelangi, alur ceritanya, pesan-pesan yang begitu bermakna, serta destinasi wisata Pulau Belitung yang indah, kembali terbayang meski sudah bertahun-tahun tak lagi jadi sorotan. Film Laskah Pelangi dengan soundtrack lagu dari Band Nidji ini ditonton 4,6 juta orang dan meraup pendapatan hingga Rp139 miliar.

“Terimakasih Nidji. Lewat lagu Laskar Pelangi, Nidji secara tidak langsung sudah membantu mendrive promosi pariwisata Bangka Belitung di George Town. Tanpa cerita, film dan lagu Laskar Pelangi, barangkali brand Belitung tidak seperti sekarang. Kawasan berpantai indah, batuan, light house di Pulau Lengkuas, Tanjung Kelayang dan lainnya,” ujar I Gde Pitana Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, kemarin.

Sekarang, Belitung sudah dijuluki Negeri Laskar Pelangi. Kawasan ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata tercepat. Ketika ditetapkan menjadi KEK Pariwisata oleh Presiden Jokowi, infrastruktur bisa masuk sampai ke kawasan tersebut. Semua akses untuk proses membangun kawasan itu dilakukan lebih cepat.

Belitung sudah bertransformasi menjadi satu dari 10 Bali Baru yang tengah dikebut Menteri Pariwisata Arief Yahya. Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi-nya, diperkuat. Dari sisi Atraksi, tidak ada yang diragukan, karena Belitung punya banyak keunggulan dan keunikan. Pantai pasir putih, laut jernih, bawah laut yang bagus, dan beberapa pulau di sekitarnya yang masih perawan.

Amenitas sedang diperkuat. Akan ada banyak homestay yang dibangun di sana. Masyarakat langsung di-drive untuk mendapatkan manfaat langsung dari pengembangan pariwisata di daerahnya. Mereka tidak menjadi penonton di negeri sendiri. Mereka bisa ikut menjadi subjek dari pengembangan kawasan pariwisata itu sendiri. “Kalau di Tanjung Lesung, Banten, kami sudah tetapkan 1.000 homestay dengan masyarakat. Di Belitung pun kami akan bangun juga,” tambah Pitana.

Yang masih menjadi PR, adalah perpanjangan runway bandara Belitung. Ini diyakini harus segera dilakukan agar pesawat-pesawat besar bisa mendarat langsung di sana. “Setelah itu, tinggal meningkatkan status bandara menjadi international airport,” ungkap Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, ke-10 Top Destinasi itu dari Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara itu pasti akan dibangun fasilitas berkelas internasional. Termasuk bandara yang bisa diakses dengan cepat dari kawasan wisata itu. “Belitung, tunggu saja, sudah masuk menjadi prioritas,” kata Arief Yahya. [*]


Nidji Ingatkan Pesona Belitung di George Town Fest
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar