INILAHCOM, Jakarta - Tour de Singkarak (TdS) 2016 berdampak besar bagi pariwisata Sumatera Barat. Sejumlah destinasi baru bermunculan dan makin dikenal seiring gencarnya ekspose media.
“Setelah tujuh kali digelar TdS, ternyata sudah bermunculan destinasi wisata baru yang makin dikenal masyarakat lebih luas lagi. Tidak lagi Danau Singkarak semata,” ungkap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dalam keterangan tertulisnya.
Beberapa destinasi yang muncul di antaranya, Pantai Carocok, Pantai Gandoriah, Pantai Padang, Lembah Harau, Kelok 9, Pantai Tiram, Istana Pagaruyuang, dan masih ada lagi yang lainnya. Di samping itu juga ada Masjid Raya Sumbar, Tugu Perdamaian dan Tugu IORA yang sudah dijadikan tempat berfoto bagi para wisatawan.
Destinasi wisata ini makin dikenal masyarakat karena Start dan Finish setiap etape berada di destinasi wisata. Dengan diliput media dalam dan luar negeri seperti Euro Sport, menjadikan berbagai destinasi wisata tersebut makin dikenal masyarakat dalam penyajian yang berbeda, yaitu even balap sepeda.
Selain itu, lanjut Gubernur, lebih 1.000 kilometer jalan yang diperbaiki setiap tahun untuk jalur balap sepeda menyebabkan semakin lancarnya arus orang, barang dan jasa. Sehingga turut memudahkan wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada di Sumbar.
Ia menambahkan, dengan sudah berlangsungnya TdS selama 7 kali, semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa even ini bermanfaat pula untuk meningkatkan pendapatan mereka. Masyarakat bisa menjual oleh-oleh, souvenir, ragam kuliner maupun menyediakan penginapan di sekitar kawasan wisata, baik selama berlangsungnya TdS maupun di luar TdS.
Hotel dan penginapan lainnya setiap kali penyelenggaraan TdS ini umumnya penuh. Bahkan di beberapa tempat yang masuk di etape tertentu tidak tersedia hotel dan penginapan yang cukup sehingga rombongan yang ingin menginap akhirnya kembali ke Padang. Pertambahan hotel dan homestay di Sumbar sebenarnya cukup signifikan. Tahun 2010 jumlahnya 263 unit, kemudian meningkat menjadi 388 unit pada 2015. Atau dari jumlah kamar, ada tambahan hampir 3.000 kamar baru.
“Ini semua menjawab pertanyaan apakah TdS berpengaruh terhadap pariwisata Sumbar. Karena di tengah kemeriahan dan optimisme persiapan TdS 2016 ini, tetap ada yang bertanya apakah TdS berpengaruh terhadap pariwisata Sumbar,” ungkap Irwan.
TdS juga merupakan event balap sepeda dengan jumlah penonton terbanyak peringkat ke-5 di dunia berdasarkan data Amouri Sport Organization (ASO) dan Union Cycliste Internationale (UCI). Dan diakui UCI sebagai iven dengan “very high level security.” Ini artinya, masyarakat mendukung dan menikmati iven TdS ini, karena juga sebagai hiburan bagi mereka.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan karena event TdS hanyalah cara untuk mencapai tujuan. Salah satu atraksi man made yang mengundang orang datang.
"Selebihnya, yang harus dipikirkan adalah 3A-nya, Atraksi, Akses dan Amenitas, sebagai destinasi berkelas dunia. Destinasi halal, yang sedang didorong agar bisa mendatangkan wisman yang lebih besar," kata Arief Yahya.
Menpar menegaskan pentingnya CEO Commitment. Ketika gubernur, bupati, walikota serius, penuh komitmen membangun pariwisata, semua akan lancar dan cepat menuju ujung tujuan. Begitu pun sebaliknya. “Kalau tidak serius? Ya hanya akan menjadi wacana yang tak berujung.” [*]
Gubernur Sumbar: TdS Berefek Besar Bagi Pariwisata
Baca Selanjutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar