Laman

Jumat, 05 Agustus 2016

Dieng Culture Festival 2016 Makin Berkelas

INILAHCOM, Wonosobo - Sepanjang Agustus 2016 berlangsung beberapa festival berkualitas di Tanah Air. Salah satu yang direkomendasi Menteri Pariwisata Arief Yahya adalah Dieng Culture Festival (DCF) 2016 yang bisa dinikmati pada 5-7 Agustus 2016.

Acaranya cukup menarik. Dari mulai penampilan Cak Nun dengan Kiai Kanjeng, Jazz Atas Awan, pesta kembang api, hingga jamasan, pencukuran rambut dan pelarungan rambut anak gimbal khas Dieng. Semua ada di festival ini.

"Ada perpaduan seni tradisi, budaya dan musik modern yang membuat festival ini lebih berkelas. Anak muda masuk, orang paruh baya pun juga masuk. Ada wayang, juga pentas lengger yang khas daratan tinggi Dieng yang memiliki ketinggian kisaran 2000 m dari permukaan laut," ungkap Hari Untoro Drajad, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural.

Menurut Hari, di dataran tinggi sebelah barat gunung Sindoro dan Sumbing ini ada Bukti Arkeologis yang muncul di permukaan bumi. Ada Candi Arjuna, Candi Bima, Candi Gatotkaca, petirtaan Jalatunda yang konon airnya berkhasiat.

"Air suci ini diambil dan digunakan untuk upacara tertentu di Bali. Ini membuktikan peradaban yg berasal dari abad 9-10 M. Hingga abad 12, ritual ini masih terjadi di dataran tinggi Dieng. Sekarang tradisi pemotongan atau pencukuran rambut gimbal," jelasnya.

Upacara selamatan ini menarik, menurut Hari, dilakukan di area candi di komplek Candi Arjuna. Banyak wisatawan Eropa yang suka dengan alam dan tradisi di sana. "Dieng juga tempat yang indah untuk melihat matahari terbit," kata Hari Untoro Drajad.

Saat festival digelar, suhu di dataran tinggi dieng ini bisa mencapai minus 2 derajat. Jangan buru-buru takut kedinginan. Karena di Dieng, ada banyak homestay yang punya banyak keunikan tersendiri.

Hadi Supeno, Wakil Bupati Banjarnegara sudah menginstruksikan pemilik homestay untuk membuat surang. Inilah  tungku perapian khas masyarakat setempat yang tidak bisa dijumpai di wilayah lain di Indonesia. “Kalau air hangat, dan selimut itu hal biasa. Banyak ditemukan di tempat lain. Namun tungku perapian itu hanya ada di Dieng. Tidak ada ditemukan di tempat lain karena itu nilainya beda dan pengalaman baru bagi wisatawan. Keunikan seperti ini memiliki daya jual dalam industri pariwisata,” pungkasnya. [*]

 

Agenda DCF 2016

5 Agustus

13.30-14.00 Pembukaan DCF 7

14.00-17.00 Cak Nun dan Kiayi Kanjeng

17.00-19.00 break ishoma dll

19.00-23.45 Jazz Atas Awan dan Bakar Kentang bareng

23.45-00.00 Pesta Kembang Api

 

6 Agustus 2016

08.00-09.30 Jalan sehat

09.30-10.00 Minum Purwaceng bareng

10.00-12.00 Pentas Seni Tradisional sesi 1

12.00-13.00 Break

13.00-17.00 Pentas Seni tradisional sesi 2

17.00-19.00 Break

19.00-23.00 Pagelaran Wayang kulit, pagelaran musik dan Pesta lampion

 

7 Agustus

08.00-09.30 Kirab budaya

09.30-10.30 Jamasan Anak Gembel/gimbal

10.30-12.00 Pencukuran Rambut anak Gembel/gimbal

12.00-12.30 Break

12.30-13.30 Pelarungan Rambut Anak Gembel/gimbal dan Penutup.


Dieng Culture Festival 2016 Makin Berkelas
Baca Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar